Ketua Setara Institute Menilai Reuni 212 Merupakan Gerakan Politik Untuk Naikan Daya Tawar

Jumat, 01 Desember 2017 - 20:46
Aksi 212

Ketua Setara Institute Hendardi berpendapat, Reuni Akbar Alumni 212 yang akan digelar pada Sabtu (2/12/2017) besok, semakin memperjelas Reuni Aksi 212 adalah gerakan politik.

"Perayaan 1 tahun aksi 212 telah menggambarkan secara nyata bahwa aksi yang digagas oleh sejumlah elit Islam politik pada 2016 lalu adalah gerakan politik," kata Hendardi dalam siaran persnya, Jumat (1/12/2017).


"Sebagai sebuah gerakan politik maka kontinuitas gerakan ini akan menjadi arena politik baru yang akan terus dibangkitkan sejalan dengan agenda-agenda politik formal kenegaraan," sambungnya.

Ditambahkannya, lewat Reuni Akbar yang digagas oleh Presidium Alumni 212 ini, mereka berusaha menaikan daya tawar politik dengan para pemburu kekuasaan.

"Menguasai ruang publik (public space) adalah target para elit 212 untuk terus menaikkan daya tawar politik dengan para pemburu kekuasaan atau dengan kelompok politik yang sedang memerintah," paparnya.

"Bagi mereka public space is politic. Jadi, meskipun gerakan ini tidak memiliki tujuan yang begitu jelas dalam konteks mewujudkan cita-cita nasional, gerakan ini akan terus dikapitalisasi," tandas Hendardi.

Seperti diketahui, pada (2/12/2016) lalu, jutaan umat Islam berkumpul area Monas untuk berzikir dan berdoa bersama dalam "Aksi Super Damai Bela Islam III" yang kemudian dikenal dengan Aksi 212. Aksi ini juga digelar untuk menuntut penegakan hukum atas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di kasus penistaan agama.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA