Ki Joko Bodo Beberkan Rahasia Dimas Kanjeng Bisa Menggandakan Uang

Rabu, 05 Oktober 2016 - 18:46
Ki Joko Bodo

Kasus penipuan penggandaan uang Dimas Kanjeng memang membuat banyak orang penasaran. Uniknya banyak orang yang percaya pada kesaktian Kanjeng, bahkan masih menunggu "titah" Kanjeng yang kini ditahan polisi. Ki Joko Bodo ikut menyampaikan pendapat mengenai kemampuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tampil di Kompas TV, Ki Joko Bodo menuturkan jika melipatgandakan uang itu tidak ada ilmunya. Bahkan tidak ada karomah seperti yang disebutkan oleh pengikut Kanjeng. Tetapi kalau uang itu dalam bentuk daun, barulah masuk akal. Artinya ada semacam perjanjian gaib.

"Kalau itu (Dimas Kanjeng, red) tidak masuk akal. Kalau bisa dilipatgandakan itu bukan uang, itu hanya daun. Sebab, jika kita bisa masuk ke dunia lain, bayar barang itu uangnya pakai daun. Kalau dibawa ke dunia nyata hanya sebentar terlihat sebagai uang, kemudian berubah jadi daun," kata Ki Joko Bodo.

Maka itu, jika kemudian polisi menggerebek rumah Dimas Kanjeng Taat Pribadi menemukan uang. Maka itu bisa saja uang asli atau uang yang sengaja dicetak.

"Seharusnya dia menemukan daun. Jadi seperti permainan sulap kalau itu berubah jadi daun," ungkapnya penuh semangat.

Sebenarnya secara umum, semua orang memiliki ilmu untuk menjadi kaya, arti semua orang memiliki ilmu pesugihan. Tetapi pesugihan menjadi kaya secara normal. Nah pesugihan dalam konteks gaib adalah cara untuk kaya dengan menempuh cara menyimpang, yaitu dengan melakukan pemujaan kepada setan agar diberi kekayaan dunia. Berikut 5 pesugihan penggandaan uang:

Pesugihan uang PP ada 2 jenis,yaitu jenis besar dan kecil.

Pesugihan uang PP jenis besar, bank gaib memberi pinjaman bisa sampai 50 juta, dan si pelaku harus bisa mendapatkan uang hasil kembalian sebesar 2 miliar.

Uang tersebut bisa dipakai bisa dipakai berkali-kali dan hanya bisa digunakan dari pukul 7 pagi sampai dengan pukul 4 sore dengan jangka waktu tertentu.
Setelah hasil 2 miliar didapat, maka uang pinjaman tadi harus dikembalikan, apabila tidak bisa mengembalikan pada jangka waktu tertentu maka akan mendapat kesusahan.

Pesugihan uang PP ini katanya lebih aman, dikarenakan tidak adanya tumbal (Percaya? .red) dan karena uang yang didapatkan nantinya adalah uang dari hasil penarikan dana orang-orang kaya yang tidak mau berzakat.

2. Pesugihan Uang MT (Uang Meteng)

Pesugihan ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang sakit hati dan merasa dilecehkan oleh orang lain. Pelaku pesugihan akan menumbalkan musuhnya tersebut kepada bank gaib untuk ditukarkan dengan sejumlah uang yang telah disepakati bersama.

4. Pesugihan Uang Jual Bojo

Pesugihan ini biasanya digunakan oleh orang yang sedang kepepet ekonominya atau mempunyai hutang yang banyak. Pelaku pesugihan meminta pinjaman kepada bank gaib dengan jaminannya yaitu orang yang paling disayangi pelaku, biasanya yang jadi jaminan adalah anak.

Apabila pelaku tidak mampu mengembalikan pinjaman sampai waktu yang telah disepakati, maka akan terjadi kejadian yang buruk. Maka jika dikaitkan dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi apakah dia menguasai kelima pesugihan di atas, atau hanya trik-trik sulap semata, untuk menipu pengikutnya.

Kabid humas Polda Jawa Timur, Kombes Argo Yuwono, Senin (03/10/2016) di Probolinggo mengatakan, itu penipuan. Dalam perkara penipuan, Polda Jatim mengaku telah menerima laporan empat orang yang mengaku ditipu oleh Taat Pribadi. Setidaknya ada laporan dari empat.

"Bahwa mereka mengalami kerugiannya sekitar Rp2,2 milyar," kata Argo Yuwono.

Mereka mengaku dijanjikan uangnya akan berlimpah apa bila bersedia menyetor uang yang disebut sebagai mahar, tetapi janji ini tidak pernah direalisasikan, kata polisi seperti dilansir dari BBC.




loading...

BERITA LAINNYA