Kini Polda Metro Jaya, KPK, Dan Kodam Jaya Menanggapi Tudingan Ratna Sarumpaet

Minggu, 13 Maret 2016 - 13:10
Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet, aktivis HAM ini menuduh Ahok telah membeli tentara, polisi, dan KPK. Usai akun TNI AU mempertanyakan mengenai tudingan tersebut, kini Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan KPK menanggapi tudingan Sarumpaet, ketiga lembaga ini menilai tuduhan Sarumpaet tak berdasar.

Ratna menuding ketiga lembaga ini saat acara diskusi Jumat (11/3/2016), terkait dengan langkah Ahok menggusur kawasan Kalijodo yang dibantu oleh TNI, polisi, juga terkait dengan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Menurut Ratna, penyelidikan KPK tidak berkembang.


Priharsa Nugraha, bagian Humas KPK menuturkan jika pihaknya tak mau menanggapi tudingan Ratna.

"Enggak perlu ditanggapilah, silakan dibuktikan saja. Ini ranah penegakan hukum dan proses hukum sedang berjalan," kata Priharsa.

Kombes Muhammad Iqbal, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya juga membantah tudingan Ratna yang dianggap tak berdasar.

"Saya enggak tanggapi, ngapain tanggapi. Masa ngomong gitu," ujar Iqbal.

Iqbal menegaskan, keberadaan polisi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Memberikan rasa aman dan ketertiban. Kalau ada penertiban, kami harus hadir, baik diminta atau tidak diminta karena bisa terjadi kerawanan. Nanti kalau ada yang neko-neko siapa yang bertanggung jawab?" kata Iqbal.

Demikian juga dengan Kodam Jaya, juga membantah tuduhan Ratna. Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Infanteri Heri Prakosa malah balik bertanya tentang tuduhan Ratna itu.

"Belinya berapa? Tanya dong beli berapa. Saya saja enggak tahu, ngapain komentari Bu Ratna," ujar Heri.

"Tentara itu kan alat negara, mana mungkin tentara itu dibeli perorangan, oleh partai politik, oleh kelompok tertentu, ya enggaklah," kata Heri.

Heri menuturkan jika pihak Kodam Jaya membantu Pemprov DKI Jakarta, itu sudah diatur dalam Undang-Undang tentang TNI.

"Kalaupun tentara itu membantu tugas pemerintah daerah, ada di Undang-Undang TNI Nomor 34, (itu tentang) membantu tugas pemerintah di daerah," ujar Heri.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA