Kisah Mengharukan Ibu Rosida, Penderita Kanker Yang Diusir Warga

Sabtu, 13 Februari 2016 - 16:15
Andien Dan Rosida

Nama ibu Rosida menjadi bahan perbincangan di media sosial belakangan ini. Ibu Rosida ini bernasib tragis, ia diusir oleh warga lingkungannya lantaran bagian payudaranya digerogoti kanker dan akhirnya membusuk. Warga merasa terganggu dengan bau tersebut dan mengusir Rosida, Rosida pun akhirnya tinggal di gerobak. Jumat (12/2/2016), akhirnya wanita ini pun meninggal dunia.

Kabar Rosida juga sampai ke telinga penyanyi Andini Aisyah Hariadi yang akrab disapa Andien. Bersama organisasi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Love Pink, Andien mengupayakan perawatan Rosida di rumah sakit.


Awalnya ia mengetahui kabar tentang Rosida dari media sosial Path. Ada salah satu kenalan yang memposting kisah Rosida dan begitu menyadari apa yang mungkin sedang terjadi Andien langsung melakukan konsultasi dan berkoordinasi dengan pengurus YKPI lainnya.

"Dalam hitungan satu menit aku liat, aku repath. Karena aku memang tergabung di YKPI langsung aku ngirim fotonya ke tante Maya Suharnoko (Wakil Ketua YKPI -red). Aku bilang ini gimana ya terus dia bilang segera bawa ke Dharmais," kata Andien kepada detikHealth.

Awalnya Andien mengaku ragu karena tak jarang berita yang beredar di media sosial hanya isapan jempol belaka. Namun dirinya tak mau mengambil risiko lebih lama membiarkan Rosida di luar sana bila memang ternyata kisah tersebut benar.

Dengan bantuan teman-temannya di Depok Andien berusaha mencari lokasi Rosida sambil ia berkonsultasi juga dengan pihak RS Dharmais.

"Bukan aku yang directly jemput. Aku punya sahabat bisa dibilang timku juga, mereka rescuer dari waktu tsunami Sumatra, Asap Kalimantan, setiap banjir segala macam suka turun bareng-bareng. Base-nya kebetulan di Depok jadi aku telepon mereka," ungkap Andien.

"Jadi akhirnya mereka jalan butuh waktu lima jam karena ambulansnya sempat mogok dan sedang badai juga kan. Nyari alamatnya satu jam sendiri sampai akhirnya ketemu ibunya ada di lingkungan sebuah pabrik," lanjut Andien.

Pada Sabtu (6/2/2016) malam, Rosida ditemukan dan langsung dilarikan ke RS Dharmais. Di sana Andhien yang sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak sudah menunggu untuk ikut mendampingi Rosida menjalani tindakan awal.

Menurut sang adik, Rosiana, Rosida memang tinggal sebatang kara. Awalnya Rosida tinggal di rumah kontrakan yang terletak di daerah Cibinong, Depok. Lama-lama karena kondisinya semakin parah dan payudaraya juga mulai mengeluarkan aroma busuk, ia diusir dari kediamannya dan terpaksa tinggal di gerobak selama empat hari sebelum akhirnya ditemukan oleh relawan.

"Dia itu sebatang kara, ada keluarganya tapi tinggal sebatang kara. Dia orangnya enggak mau nyusahin saudara-saudaranya jadi sakit apa juga dipendam aja sama dia, mungkin karena tahu saudaranya juga punya uang cukup untuk makan keluarga sendiri," terang Rosiana.

Pada Kamis (11/2/2016) sore, belum dilakukan langkah biopsi untuk memastikan apakah Rosida benar terkena kanker payudara. Namun lukanya sudah dibersihkan sehingga bau yang tidak sedap sudah berkurang.

"Sudah diperban sudah dibersihkan tapi tindakan medisnya masih menunggu pemeriksaan yang lengkap. Dokter lagi menstabilkan kondisinya karena dia itu anemia akut dan kekurangan gizi," kata Shanti Persada dari Love Pink yang turut menemani Rosida.

Namun belum juga dilakukan tindakan lanjutan untuk Rosida, Tuhan berkehendak lain. Pada Jumat pagi ini, Rosida dipanggil Yang Maha Kuasa.

"Telah berpulang pagi ini sekitar pukul 08.07 Ibu Rosida yang terkasih...,"

Sumber :detik






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA