KIsah Nyata 'Iron Man' Asal Indonesia

Rabu, 20 Januari 2016 - 10:33
I Wayan Sumardana

Sosok Iron Man, sudah dikenal luas oleh masyarakat dunia. Sosok pahlawan yang menggunakan baju baja kebal peluru ini bahkan tampil di sejumlah film, diperankan dengan baik olehRobert Downey.Tony Stark, tokoh fiksi merupakan pria di balik kostum Iron Man. Dalam cerita film dan komik, Tony digambarkan sebagai seorang jenius yang mampu menciptakan teknologi keren dan futuristik.

Di Indonesia juga memiliki Iron Man, bukan fiksi melainkan dalam kehidupan nyata. Sama seperti Tony Stark,I Wayan Sumardana alias Sutawan atau Tawan (31), warga Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Bali, mampu merancang teknologi bionik.


Sosoknya, belakangan ini ramai diperbincangkan netizen Indonesia terkait penemuannya. Dia dijuluki sebagai manusia robot, manusia bionik, karena mampu merancang sendiri robot penggerak tangan kirinya yang lumpuh. Dia menciptakan robot penggerak karena ingin tetap bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, karena tanpa alat tersebut, tangan kirinya tak mampu bergerak.

Sakit yang diderita Tawan ini sejak enam bulan lalu. Dokter memvonis dirinya menderita stroke ringan, sehingga tangan kirinya lumpuh total. Namun dokter tersebut merasa heran, karena kadar kolesterol dan tekanan darahnya normal. Mengalami kondisi lumpuh sebelah, diakuinya sempat membuatnya merasa stres. Apalagi ia dari keluarga yang tidak mampu. Istrinya tidak bekerja, sedangkan anaknya masih kecil-kecil.

Berbekal pengetahuaannya tentang elektronik, dia pun mencari informasi dari internet untuk merancang alat atau sejenis robot yang bisa membantunya untuk menggerakkan tangan kirinya. Tawan sendiri merupakan lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Rekayasa, Denpasar. Dia mengakui, robot tersebut dirancangnya dari barang rongsokan yang berada di bengkelnya. Ada komponen dari sepeda motor, ada juga dari perangkat elektronik komputer rongsokan. Dia sempat mencoba berbagai rancangan, sampai kelima kalinya. Terakhir yang dipakainya sekarang adalah robot jenis EEG.

"Alat ini belum sempurna, tetapi sudah lumayan membantu saya. Tanpa alat ini, saya sama sekali tidak bisa bekerja menggunakan tangan kiri. Namun dengan bantuan alat ini, mengangkat beban berat juga bisa. Dengan alat ini, kekuatannya jauh lebih besar," ujarnya.

Tawan mengaku, dia menggerakkan robot tersebut dengan otaknya. Dengan begitu, ia harus memfokuskan otaknya untuk bisa menggerakkan tangan kirinya yang berbentuk robot tersebut.

"Namun menggunakan robot ini, signal otak saya terkuras. Saya harus konsentrasi memikirkan atau fokus kepada benda apa yang mau diambil atau mengerjakan apa. Kalau tak fokus, saya kesulitan. Jadi perlu memfokuskan otak untuk memerintahkan robot," paparnya

Tawanmendemontrasikan tangannya dengan mengangkat sebuah pelek mobil sekitar 10 kg dengan tangan kanannya, namun terasa berat. Tapi saat menggunakan tangan kirinya, ia bisa mengangkatnya dengan mudah.

Tawan dan keluarganya saat ini tinggal di belakang bengkelnya. Di tanah yang dikontrakkan itu, mereka tinggal bersama dan hanya tidur dengan beralaskan kardus. Dengan kondisinya yang lumpuh dan miskin tersebut, dia juga kerap didatangi orang-orang. Menurutnya, dia pernah dilaporkan ke polisi dengan laporan mengganggu lingkungan.

Meski pun tangan kirinya lumpuh, dengan bantuan robot tersebut, dia tak hanya melayani pemesanan perabot rumah tangga di bengkelnya, tetapi juga melayani pekerjaan panggilan. Tawan sendiri disebut sebagai manusia robot atau si jenius.




loading...

BERITA LAINNYA