Kisah Saat Ahok Berhadapan Dengan Politisi AS Yang Meremehkan Indonesia

Jumat, 11 November 2016 - 09:23
Ahok

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memmiliki sejumlah pengalaman dan cerita menarik. Salah satunya saat ia menghadapi politisi Amerika Serikat yang meremehkan sistem politik Indonesia. Kejadian waktu itu pada tahun 2008, seorang anggota Partai Republik yang meremehkan keadaan Indonesia. Ahok waktu itu hadir lantaran mendapat undangan melihat langsung konvensi pemilihan presiden dan wakil presiden di Amerika Serikat.

Saat itu Ahok melihat konvensi di Colorado salah satu negara bagian di barat Amerika Serikat. Meski mendapat undangan resmi dari pemerintah Amerika Serikat, namun Ahok tak bisa melihat langsung konvensi karena kehabisan tiket.


Di situlah Ahok dan beberapa undangan dari negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan terlibat dialog dengan seorang anggota Partai Republik. Sang Republikan itu bertanya kepada satu persatu delegasi negara tetangga.

Tibalah giliran si Republikan itu bertanya ke delegasi dari Indonesia. "Oh Anda dari Indonesia. Negara Anda harus belajar demokrasi sama negara kami," kata sang Republikan seperti diceritakan kembali oleh Ahok.

"Kurang ajar banget mereka," kata Ahok.

Tak mau kalah, Ahok pun bertanya balik. "Kalau Obama itu Islam, Anda pilih nggak? Demokrat pilih nggak?" kata Ahok kepada sang politikus AS tersebut.

Si Republikan hanya menggeleng dan terdiam. "Saya kira nggak (Obama nggak dipilih). Saya kira negara Anda harus belajar demokrasi sama Belitung Timur, kamu harus belajar sama saya," kata Ahok kepada si politikus dari Partai Republik tersebut.

Maksud Ahok adalah Amerika harus belajar sama Belitung Timur di mana mayoritas masyarakatnya muslim namun sudah bisa mau dipimpin oleh non muslim. Pada periode 2005-2006, Ahok menjadi Bupati pertama di Belitung Timur yang berasal dari etnis Tionghoa dan non muslim.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA