Koordinator TPDI : FPI Bertindak Anarkis Lantaran Merasa Didukung Masyarakat

Minggu, 08 Januari 2017 - 15:51
Aksi FPI

Aksi pengeroyokan yang dilakukan terhadap Widodo, relawan Ahok-Djarot, sangatlah disesalkan. Widodo mengaku dikeroyok oleh 10 orang, kejadiannya di Jelambar, Jakarta Barat, Jumat (6/1/2017). Petrus Selestinus,Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), meminta agar peristiwa ini jangan dianggap sebagai tindak kriminal biasa.

Menurut Petrus, tindakan tersebut merupakan gerakan sistematis kelompok radikal dalam menjegal pasangan calon Ahok-Djarot agar gagal dalam pilgub DKI Jakarta yang semakin dekat.


"Gerakan penghadangan terhadap acara blusukan Ahok-Djarot mulai ditinggalkan dan sekarang ditingkatkan menjadi aksi pengeroyokan dan penganiayaan untuk menimbulkan rasa takut, cemas dan saling curiga di antara sesama warga masyarakat khususnya simpatisan Ahok-Djarot," ujar Petrus di Jakarta, Sabtu (7/1/2017).

Petrus beranggapan tindakan tersebut terjadi karena bias dari kesalahan tafsir sebagian masyarakat terhadap pernyataan Kapolri Jendera Tito Karnavian bahwa dalam menindak FPI diperlukan legitimasi hukum dan legitimasi publik. Kelompok yang mengatasnamakan diri FPI, kata dia bisa saja berpandangan bahwa tindakan anarkisnya selama ini mendapat legitimasi publik, karena hampir tidak ada penindakan secara hukum.

"Masyarakat harus waspadai gerakan anarkis yang mengatasnamakan FPI dan tidak boleh bertindak sendiri," kata dia.

Pasalnya, lanjut Petrus aksi oknum yang mengatasnamakan FPI ini akan muncul semakin nekat dengan frekuensi yang semakin tinggi dalam berbagai bentuk, seperti tindakan intoleran, kampanye bernuansa SARA bahkan bisa mengarah kepada tindakan kekerasan massal.

"Oknum-oknum ini merasa mendapatkan legitimasi publik atas setiap tindakannya akibat mayoritas masyarakat yang diam," ungkap dia.

Selain itu, Petrus beranggapan bahwa kejahatan dan kekerasan terjadi karena adanya pembiaran dari publik. Jika publik terus diam dan menoleransi berbagai aksi kekerasan ormas tertentu, maka akan semakin menjadi-jadi bahkan bisa terjadi situasi yang anarkis.

Diketahui, pendukung Ahok-Djarot yang juga merupakan pengurus ranting PDI Perjuangan, Widodo diserang dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi FPI. Widodo diserang pada , Jumat (6/1/2017), pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan luka dan bengkak bagian mata dan kepala. Saat ini, dia sedang dirawat di Rumah Sakit Royal Taruna, Jakarta Barat. Ahok dan Djarot sudah menjenguk Widodo.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA