MAH, Anggota Sindikat Saracen Ditangkap, Ternyata Kader PKS Dan Jarang Bergaul Dengan Warga

Kamis, 31 Agustus 2017 - 11:31
Abdullah Harsono

Satu lagi salah seorang pelaku terkait sindikat penyebar ujaran kebencian, berita hoax dan konten SARA, Saracen, berhasil ditangkap Bareskrim Polri, Rabu (30/8). Penangkapan itu sendiri dilakukan di kediaman terduga pelaku di Jalan Bawal Nomor 31, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (30/8) sekitar pukul 06.00 WIB. Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Rejosari, Wagino menuturkan, MAH (Muhammad Abdullah Harsono), selama ini dikenal cukup tertutup dengan warga sekitar.

"Jarang sosialisasi dengan warga sekitar rumahnya," beber Wagino.


Malah, warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang lebih banyak bergaul di luar ketimbang di lingkungannya sendiri.

"Dia anggota Partai PKS. Sehari-hari sibuk dan bergaul hanya di luar saja," ungkapnya.

Wagino menambahkan, saat ditangkap, MAH hanya mengenakan kaos hijau dan celana katun warna coklat muda.

"Sebelum nangkap, polisi menunjukkan bukti-bukti kepada saya," jelasnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo menyatakan, usai ditangkap, MAH langsung manjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Riau.

"Diinterogasi tim penyidik Direktorat Tipidsiber Bareskrim Polri," tambahnya.

Dalam pemeriksaan tersebut MAH juga mengakui bahwa dirinya terlibat dalam pembuatan akun yang tergabung dalam Saracen.

"Dari interograsi sementara, yang bersangkutan mengakui kalau dia juga ikut aktif membuat akun yang tergabung dalam Saracen," jelasnya.

Selain itu, MAH mengakui bahwa dirinya mengubah nama grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati.

"Perubahan nama dilakukan setelah tersangka JAS (Jasriadi) ditangkap," ungkap Guntur.

Penangkapan terhadap MAH sendiri dilakukan karena ia diduga ikut menyebarkan ujaran kebencian, berita hoax dan konten SARA di media sosial.

"Dia diduga ikut menyebarkan ujaran kebencian dan membuat grup Saracen," jelasnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA