Mana Ahok? Suruh Ke Sini Dulu Dong. Memang Besok Kiamat?

Senin, 11 April 2016 - 15:14
Ratna Sarumpaet Diamankan

Ratna Sarumpaet hadir dalam penggusuran pemukiman warga Luar Batang. Ia mempertanyakan ketidakhadiran Ahok saat pembongkaran ratusan bangunan di RT 01, 02, 11, 12 RW 05, Kawasan Wisata Bahari Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016), pagi.Ratna diamankan oleh polwan, ia pun tampak emosi.

"Terlihat tergesa-gesa penertiban ini. Mana Ahok? Suruh ke sini (Pasar Ikan) dulu dong. Memangnya besok kiamat? Berunding lah terlebih dahulu dengan warganya," katanya.


Ratna diamankan saat terjadi aksi protes hingga dorong-dorongan dengan aparat yang tengah mengamankan jalannya penertiban. Ia dibawa keluar dari lokasi Pasar Ikan dan tidak diperbolehkan masuk.

"Saya mau pulang, masuk di dalam pun juga tidak diperbolehkan," ungkapnya ke salah seorang Polwan yang membawanya menjauh dari lokasi pembongkaran.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Jakarta Utara, Kompol HM Sungkono saat ditemui di lokasi pembongkaran, membenarkan bahwa Ratna Sarumpaet diamankan pihak kepolisian. Namun, dirinya menyangkal jika Ratna ditahan ataupun ditangkap.

"Saya memastikan, Ratna hanya diamankan saja. Tapi saya tidak tahu apa penyebab Ratna ditahan. Ratna saya tegaskan sih tidak ditangkap," katanya.
Pekerja seni sekaligus aktivis hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet diamankan polisi saat berlangsungnya pembongkaran ratusan bangunan di RT 01, 02, 11, 12 RW 05, Kawasan Wisata Bahari Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016), pagi tadi.

Ratna sempat menantang Ahok untuk menggusur warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut Ratna, baik Ahok maupun Pemprov DKI Jakarta tidak punya hak sedikit pun untuk menggusur warga Luar Batang.

"Warga Luar Batang punya hak untuk hidup dan tinggal di sini. Nenek moyang mereka sudah ratusan tahun tinggal di sini," ujar Ratna saat berdialog dengan warga di depan Masjid Luar Batang, Sabtu (2/4/2016).

Ratna mengingatkan Ahok untuk tidak mengulang kasus penggusuran seperti Kalijodo.

"Kami nggak mau kasus Kalijodo terulang kembali," tegas Ratna.

Ratna menolak rencana Pemporov DKI yang akan memperbaiki Masjid Luar Batang tetapi memindahkan warganya. Menurutnya, warga, masjid serta makam serta situs yang ada di Luar Batang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisah-pisahkan.

Ratna menangkap kesan bahwa yang akan dilakukan Pemrov adalah menggusur warga kurang mampu dan membangun apartemen mewah serta penghuni baru yang kaya.

"Penggusuran terkesan membuang warga yang kurang mampu," ucap Ratna.

Saat ini warga telah menerima surat dari Camat Penjaringan yang berisi perintah mengosongkan kampung Luar Batang. Cara-cara seperti itu dianggap Ratna sebagai cara yang lazim dilakukan negara penjajah. Warga Luar Batang memang menolak keras rencana penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Mereka pun telah menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum warga Luar Batang.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA