Mantan Kok Jadi Referensi, Ngomong Ya Pasti Yang Jelek-Jelek

Kamis, 23 Juni 2016 - 20:53
Mantan Teman Ahok

Hasan Nasbi, pendiri lembaga survei Cyrus Network yang juga menjadi mentor "Teman Ahok" ini ikut mengomentari mengenai pernyataan yang disampaikan oleh lima orang yang mengaku mantan pengumpul KTP dukungan untuk Ahok. Hasan menilai apa yang disampaikan mereka tidaklah bisa dipercaya.

Hasan menuturkan apa yang disampaikan lima orang itu tak bisa dipercaya lantaran kelimanya jelas-jelas melakukan tindak kecurangan dalam pengumpulan KTP.

"Mantan kok dijadikan referensi. Mantan pasti ngomong yang jelek-jelek lah, kalau enggak dia enggak jadi mantan. Kedua, kalau ngomong soal kebenaran, kebaikan, referensinya jangan ngomong sama orang orang yang tidak jujur dong. Dia kan mengaku sendiri kalau memalsukan KTP," ujar Hasan saat ditemui di Graha Pejaten, Rabu (22/6/2016).


Hasan juga menuturkan adanya kabar jika ada organisasi politik di belakang lima orang tersebut. Cara seperti ini menurutnya akan merusak citra berpolitik.

"Kabarnya ada ormas dibelakangnya dengan cara yang yang terburu-buru. Demokrasi kita harusnya dibangun dengan kompetisi bukan dengan saling menghancurkan," ujar Hasan.

Sebelumnya, kelima mantan pengumpul KTP untuk Ahok itu mengaku jika mereka telah melakukan kecurangan dengan memalsukan data KTP. Kelimanya juga menyampaikan bahwa ada data fiktif di dalam 1 juta KTP yang didapat oleh Teman Ahok. Tapi pernyataan mereka disanggah oleh Teman Ahok, relawan pendukung Ahok ini menyebut pihaknya memiliki tahapan verifikasi sehingga setiap data yang masuk bukanlah data fiktif. Meski perbuatan mantan Teman Ahok itu bisa diperkarakan ke ranah hukum, Teman Ahok mengaku sanksi sosial sudah cukup untuk mereka.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA