Mau Jihad Nih Beh! Doain Ya!

Rabu, 20 Januari 2016 - 12:49
Teroris Sarinah

Ada cerita tersendiri mengenai Muhammad Ali, salah seorang terduga teroris bom Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ia sempat bertegur sapa dengan seorang pedagang es yang biasa disebut dengan panggilan Babeh. Babeh tak menyangka, bahwa Kamis (14/1/2016) pagi merupakan pertemuan terakhir dengan Ali.

Di Kamis pagi saat itu, babeh seperti biasanya, sudah berdagang es di kawasan Kompleks BPPT, Meruya Utara, Jakarta Barat. Dia menyapa setiap orang yang dikenalnya, termasuk Muhammad Ali. Penampilan Aliberbeda dibanding hari-hari sebelumnya.


"Saya bilang, 'Mau ke mana nih pagi-pagi sudah rapi banget?'. Dijawabnya, 'Mau jihad nih, Beh! Doain ya'," kata Babeh bercerita, Selasa (19/1/2016).

Babeh mengaku tidak memiliki firasat apa pun terhadap ucapan Ali. Namun, setelah melihat berita, ia tak menyangka bahwa Ali termasuk salah satu terduga teroris yang sempat baku tembak dengan aparat kepolisian.

Babeh menilai, selama ini tak ada yang mencurigakan dari Ali. Ia mengenal Ali sebagai sosok yang baik, pendiam, dan rajin shalat berjemaah di masjid.
Kata dia, Ali sebelumnya juga pernah bekerja sebagai satpam Kompleks BPPT.

"Kalau enggak salah, dia kerja jadi satpam kompleks enam bulan. Terus jadi satpam atau tukang parkir di Restoran Jemahdi depan kompleks dan terakhir ini jadi sopir angkot," kata Babeh.

Berdasarkan foto yang berhasil dijepret fotografer Aditia Novansyah dan ditayangkan di Tempo.co, Muhammad Ali menggunakan baju berwarna biru muda dan ditutup rompi hitam.

Ia beraksi dengan santai bersama rekannya, Afif alias Sunakim. Posisi mereka berada di belakang kerumunan orang yang menyaksikan tiga tubuh tergeletak di pos polisi setelah bom meledak.

Ali diduga menembak seorang polisi lalu lintas (polantas) dari jarak dekat. Ayah tiga orang anak itu menembak polisi dari belakang mobil berpelat kepolisian yang diparkir di tengah jalan.

Polisi kemudian melumpuhkan dan menembak mati Ali serta Afif di halaman parkir Starbucks.Pada Kamis malam dan Jumat (15/1/2016), pihak kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 Antiteror sudah menggeledah rumah Ali di Kampung Pesanggrahan, Jakarta Barat.Rumah Ali diduga merupakan tempat merakit bom yang kemudian digunakan di kawasan Sarinah.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA