Meme Papa Minta Saham Sindir Ketua DPR Setya Novanto

Selasa, 17 November 2015 - 17:52
Meme Setya Novanto

Modus penipuan "Mama minta pulsa" telah banyak menipu masyarakat, sebagian masyarakat tertipu hingga mengalami kerugian material. Polisi pun berhasil mengamankan sindikat penipuan dengan mengirim SMS palsu ini. Efendi, dalang SMS ini pun telah ditangkap polisi.

Usai penipuan "Mama minta pulsa", kini masyaraat dihebohkan dengan modus penipuan "Papa Minta Saham". Namun istilah "Papa Minta Saham" merupakan bentuk sindiran terkait pemberitaan Ketua DPR RI Setya Novanto diduga mencatut nama Presiden Jokowi guna meminta saham ke PT Freeport Indonesia.


Berawal dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said yang melaporkan SN ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Inisial SN mengarah pada Ketua DPR, Setya Novanto, ia dituding mencatut nama Jokowi dan JK dalam dalam negosiasi perpanjangan kontrak dengan PT Freeport Indonesia.

Beberapa orang ramai-ramain menyindir masalah ini, seperti Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya melalui akun Twitter @yunartowijaya berkicau, "Mama minta pulsa dah ketangkap ya? Tinggal kapan Papa minta saham..."

Kartika Djoemad, koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV), menuliskan kalimat sindiran melalui akun @KartikaDjoemad

"Setelah jaringan Mama minta pulsa ditangkap, nampaknya perlu ditangkap juga jaringan PAPA minta saham," tulis Kartika.

Ada juga sindiran dari akun @suryadelalu, "Mama mah minta pulsa aja dipenjara. Apalagi minta saham.."

Pepih Nugraha, jurnalis dan pimpinan laman Kompasiana menuliskan "mama minta pulsa" tuh lagu lama, sekarang mah "papa minta saham" :)." pada akun miliknya.

Akun @Iwan1341 menyebut "Papa minta saham" dipakai untuk membeli mobil mewah. "Papa minta saham buat beli Lamborgini buat sekolah si dedek," kicauan Iwan.

Akun seniman Ipang Wahid, bahkan tak segan menyebut saham perusahaan tambang PT Freeport dalam kalimat sindirannya.

"Sehabis 'mama minta pulsa', terbitlah 'papa minta saham freeport'," begitu yang ditulis putra ulama Salahuddin Wahid tersebut.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA