Memilukan, Gadis Ini Perutnya Berlubang Dan Hanya Ditutup Plastik Dan Plastik

Senin, 09 Mei 2016 - 21:45
Ni Putu Lia Yutariani

Sungguh memilukan kondisi yang dialami oleh gadis tuna wicara yang bernama Ni Putu Lia Yutariani (18). Ia menangis karena menahan sakit, perut sebelah kirinya berlubang. Gadis ini tinggal di Banjar Bingin Banjah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng. Kondisi ini membuat neneknya Nyoman Tinggi (60) dan juga kakeknya Nengah Pasekikut bersedih.

Tinggi mengatakan, cucunya itu seringkali merasakan sakit karena usus di bagian perutnya terbelit. Kondisi ini telah dialami Lia sejak dari lahir. Terbelitnya usus itu membuat Lia kesulitan kentut dan buang air besar. Bahkan menurut Tinggi, Lia tidak bisa buang air besar selama berbulan-bulan ketika baru dilahirkan. Saat diperiksakan ke dokter, diketahui jika ususnya terbelit sehingga menyumbat saluran pencernaan.


Lia kemudian dibantu menggunakan sebuah alat pompa untuk membantu kentut dan buang air besar. Sehari perut Lia harus disedot minimal tiga kali untuk mengeluarkan kotoran dan gas dari dalam tubuhnya.

"Sampai terus-terus makan biasa, tapi nggak bisa ngengek sampai bulanan, kita bawa ke rumah sakit masih belum bisa ngengek, sampai perutnya besar," katanya.

Saat Lia berusia tujuh tahun, ia menjalani operasi kecil di bagian perut untuk membenahi bagian ususnya yang terbelit. Namun operasi itu tidak sampai tuntas, Lia disarankan untuk melanjutkan operasi besar di RSUP Sanglah karena ketiadaan peralatan medis di rumah sakit milik Pemkab Buleleng tersebut.

Namun saat akan menjalani operasi di RSUP Sanglah, Tinggi ketika itu tidak sanggup membeli alat senilai Rp 8 juta. Ia juga berpikir ulang tentang keselamatan cucunya itu ketika akan dioperasi karena banyak pengalaman sakit yang sama dan hasilnya orang yang setelah dioperasi akan meninggal dunia.

"Sudah operasi di Buleleng, ke Badung akan operasi besar. Tapi ketika itu saya diminta beli alat, dan saya tidak sanggup karena ketika itu harganya Rp 8 juta dulu sudah besar uang segitu. Lalu saya berpikir ulang juga untuk Lia dioperasi karena takut cucu saya ini mati, jarang saya ketemu orang sakit begini habis operasi bisa hidup. Seperti masih saudara sama saya orang Tigawasi mati habis operasi sakitnya hampir sama dengan cucu saya," tuturnya.

Operasi yang tidak tuntas menyebabkan perut Lia terbuka dan ususnya dapat terlihat dari luar. Setiap harinya lubang di perutnya ini ditutupi plastik dan direkatkan menggunakan plester karena Tinggi bersama suaminya yang kesehariannya sebagai buruh serabutan ini tidak sanggup membeli alat penutupnya. Ditutupinya perut yang berlubang ini untuk menghindari debu masuk ke ususnya yang bisa menyebabkan infeksi. Setiap hari Tinggi harus mengganti plastik yang menutup perut Lia dengan plastik yang lebih baru.

"Ini belum selesai operasi dagingnya masih lubang, biar bisa kentut dan kotoran keluar. Saya nggak bisa beli alat penutup perutnya, ini saya kasih saja plastik sama plester. Biasanya pakai air infus untuk membersihkan, ditutupi kain, lem tapi kita nggak bisa belinya," katanya.

Kini dengan kondisi perutnya yang berlubang itu, Lia merasa kesakitan ketika berjalan karena lubang itu tergesek-gesek. Ia juga harus menggunakan sebuah alat pompa untuk mengencerkan kotorannya agar mudah dikeluarkan.

"Ada alatnya untuk pompa perutnya biar kotoran bisa encer dan tidak keras sehingga mudah keluarnya. Sehari bisa tiga kali kita pakai pompa itu," pungkasnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA