Miris, Air Mata Bocah SD Pelaku Pencabulan Itu Tumpah Saat Risma...

Jumat, 13 Mei 2016 - 19:37
Geng SD SMP

Hati siapa yang tak miris saat mengetahui bahwa seorang bocah 9 tahun bisa melakukan pencabulan pada siswi SMP 13 tahun. Hal ini juga yang dirasakan oleh walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat ia mendekati dan memandang bocah ini. Mata Risma berkaca-kaca lantaran sedih, ia memandangi MI di ruang penyidik mapolrestabes kemarin (12/5/2016), salah satu pelaku pencabulan yang mengenakan topeng spiderman untuk menyembunyikan identitasnya.

"Kamu tahu dari mana kayak begini? Warnet? Warnet mana?" tanya Risma sapaan Tri Rismaharini kepadanya


Bibirnya gemetar. Air matanya langsung tumpah saat akan menjawab pertanyaan sang wali kota Surabaya itu.

"Warnet dekat rumah,Bu," katanya lirih. Air matanya terus tumpah. Tak berani melihat mata Risma dan sorotan kamera awak media di hadapannya.

Dia adalah MI, salah satu tersangka kasus pencabulan yang dilakukan terhadap korban bernama Bunga (nama samaran) dan dibongkar Polrestabes Surabaya. Di antara delapan pelaku, usianya paling buncit, yakni sembilan tahun. MI juga masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar (SD).

MI bisa jadi adalah salah satu korban kemajuan teknologi yang salah kaprah. Banyaknya warnet yang membiarkan pelanggan anak-anak leluasa mengakses konten yang tak sesuai dengan usianya menjadikan MI dewasa sebelum waktunya.

Dengan uang saku yang dikumpulkannya, beberapa kali dalam seminggu dia pergi ke warnet untuk menonton video dewasa.

Ajakan tujuh tersangka lain yang lebih tua membuat MI makin terjerumus ke dalam dunia yang tidak dimengertinya, yakni melakukan pencabulan terhadapBunga. Sejak April lalu aksi bejat itu secara rutin dilakukan MI bersama kawan-kawan lingkungannya.

MI yang kemarin diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menyatakan tidak pernah bersetubuh dengan korban






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA