Miris, Hendak Cari Duit Tambahan Halal, Seorang Polisi Malah Dikeroyok Oknum Satpol PP

Kamis, 30 Juni 2016 - 11:27
Satpol PP Pukuli Polisi

Niat baik seorang polisi mudaanggota Satlantas Polsek Semarang berbuntut dengan aksi pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Satpol PP. Sang polisi berniat mencari uang tambahan dengan cara halal, selepas piket, ia berjualan sosis bakar di kaki lima Jalan Pahlawan Semarang. Saat berjualan inilah, ia kemudian dikeroyok oleh puluhan anggota Satpol PPKota Semarang. Polisi korban pemukulan ini bernamaBrigadir Mahfud Wahyu Prasetya. Sang polisi memang mencari uang tambahan dengan jalan menggelar dagangan sosis usai ia berdinas. Ia berdagang dengan menggunakan sebuah gerobak, lantaran jadwal piketnya yang tak pasti, ia merekrut seorang karyawan bernama Sandi.



Kejadian naas yang dialami oleh Mahfud terjadi pada26 Juni lalu. Hari itu, Mahfud seperti biasanya, menemani Sandi berjualan di Jalan Pahlawan Semarang. Tak berapa lama usaimenggelar dagangannya, tiba-tiba ada satu truk petugas Satpol PP sedang menertibkan PKL. Para satpol PP ini kemudian mendatangi gerobak milikBrigadir Mahfud. Langsung saja, tanpa peringatan, puluhananggotaSatpol PP Kota Semarang itu langsung mengangkat gerobak Mahfud dan hendak dinaikkan ke atas truk. Akhirnya terjadi ketegangan antara Mahfud dengan para Satpol PP.

Mahfud menyatakan jika dirinya sudah berbicara baik-baik agar gerobaknya tak diangkat. Karena memang didesain dengan gerobak beroda agar bisa dipindah.

"Saya pilih gerobak, bukan tenda karena bisa digeser saat dinilai mengotori," kata Mahfud kepada petugas piket Polrestabes Semarang saat melaporkan kasus penganiayaan itu, Senin, 27 Juni 2016.

Permintaan Mahfud tak digubris, gerobaknya direbut dan dinaikkan ke atas truk.Brigadir Mahfud kesal dan berusaha menahan gerobak dagangannya.

"Kami sempat cekcok. Sampai tiba-tiba ada anggota Satpol PP yang memukul saya. Teman-temannya yang lain kemudian ikut memukuli. Saat kejadian itu ada komandan regu Satpol PP, tapi dia membiarkan saja tidak melerai," kata Mahfud.

Kombes Burhanudin,Kapolrestabes Semarang membenarkan ada anggotanya yang dikeroyok. Pelakunya sepuluh anggota Satpol PP Kota Semarang.

"Ini masih dalam penyelidikan. Kalau memang terbukti ya pastinya kami proses. Namun pada dasarnya ini salah paham," kata Kombes Burhanuddin, selasa (28/6/2016).

Di lain pihak,Endro P Martanto,Kepala Satpol PP Kota Semarang membenarkan bahwa anggotanya terlibat pengeroyokan terhadap anggota polisi saat bertugas. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi.

"Nanti akan kita panggil dan periksa. Setelah itu baru saya laporkan ke atasan," kata Endro.

Sebelumnya, Endro bersikeras Satpol PP tidak pernah mengeroyok, apalagi kepada sesama penegak hukum. Peristiwa minggu malam itu, kata dia, didramatisir dan dilebih-lebihkan.

"Anggota hanya berniat menertibkan saja. Tidak ada pengeroyokan. Itu yang luka karena anggota polisi itu terbentur mobil tanpa sengaja," kata Endro, sebelumnya, Senin (27/6/2016).

Akibat pengeroyokan itu, Mahfud menderita luka robek di pelipis kanan.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA