Miris, Istri Banting Tulang Cari Nafkah Jadi TKW, Suami Malah Hobi Main Ke Tetangga

Minggu, 25 September 2016 - 10:48
Ilustrasi Pasangan Selingkuh

Banyak istri memilih bekerja untuk menyokong kehidupan keluarganya, hal seperti ini patut diapresiasi. Namun yang dilakukan suami berinisial ATS (45) ini sungguh keterlaluan. Ditinggal sang istri yang mencari nafkah di Arab Saudi, ia malah berhubungan dengan wanita lain. Ia kepergok bersama wanita lain yang tak lain tetangganya yaitu MS (42).

Ms tinggal tak jauh dari rumah ATS di kawasan Dusun Pulojaya, Desa Sumur Laban, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Suami MS sendiri diketahui sebagai pemulung di Jakarta. MS (42) sendiri mengaku kalau dirinya menjalin asmara dengan ATS (45) baru dua bulan.

Dirinya pun tak malu-malu mengaku telah melakukan senggama sebanyak tujuh kali. Namun pada Kamis (22/9/2016) malam, sesaat sebelum mereka berhubungan, mereka dikejutkan dengan kedatangan warga yang sedari awal sudah curiga. Tidak lama berselang, Polisi dari Polsek Tirtajaya datang ke TKP.

"Kami mengakui perbuatan ini memang salah. Untuk itu kami pasrah akan dijatuhi hukuman apapun hingga sampai dicerai sekalipun," jelas MS.

Pengakuan ATS (45) pun tidak jauh berbeda. Ia membenarkan apa yang telah diutarakan oleh MS. Dikatakannya, kedatangannya ke rumah MS atas dasar permintaannya. Dia mengaku rindu dengan MS. Kebetulan, suami MS sedang tak berada di rumah lantaran jarang pulang.

"Perbuatan kami memang salah. Untuk itu kami menyadari akan diapakan juga pasrah. Jujur kita berbuat tanpa ada paksaan, tapi murni suka sama suka," jelasnya.

Kapolsek Tirtajaya AKP Nana Sutisna membenarkan kalau di wilayahnya telah terjadi perbuatan main hakim sendiri. Namun pihaknya cepat bertindak mengamankan para pelaku dan meredam amuk massa hingga kondisi saat ini kondusif.

"Kedua pelaku sudah kita amankan di Polsek Rengasdengklok. Sampai saat ini belum ada yang memuat laporan, sehingga kita panggil kedua Kepala desanya untuk dilakukan musyawarah," jelasnya.

Dijelaskan, dilakukannya musyawarah karena para pelaku tidak memiliki syarat formal (surat nikah), sehingga pasal 284 KUHP tentang perzinahan sulit diterapkan.








Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA