Miris, Orang Tua Pelaku Teror Bom Sarinah, Kini Hidup Dari Belas Kasihan Orang Lain

Senin, 01 Februari 2016 - 18:17
Afif Dan Sutopo

Teror bom bunuh diri Sarinah, Thamrin, Jakarta, tak hanya menimbulkan dampak bagi keluarga korban, namun juga kesulitan bagi keluarga pelaku. Sutopo dan keluarganya dirundung duka lantaran anaknya, Dian Juni Kurnadi alias Afif, tewas akibat perbuatan yang dilakukannya. Selepas kematian Afif, keluarga Sutopo juga dilanda kesulitan.

Sutopo menceritakan bahwa dia hanya mengetahui anaknya bekerja sebagai montir di Kalimantan dan sudah lima tahun Dian bekerja di sana.

Dian juga dijadikan tulang punggung bagi keluarga tersebut, karena Sutopo mulai tua dan pekerjaannya sebagai buruh bangunan mulai jarang mendapatkan pekerjaan.

Setelah Dian meninggal, Sutopo yang ditemui bersama istrinya di Hotel Borobudur dalam acara yang digelar Hendropriyono Strategic Consulting, mengatakan bahwa mereka saat ini hidup dari belas kasih tetangganya.

"Banyak dari mereka yang memberikan kami makanan, beras dan lauk pauk kalau kami sedang di rumah. Mereka bilang kasihan kepada kami karena sudah tidak ada lagi yang menjadi tulang punggung," ungkap Sutopo dalam acara Masyarakat Mendukung Pemerintah Menumpas Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (31/1/2016).



Dia dan keluarga sama sekali tidak menyangka bahwa Dian akan melakukan tindakan di luar akal sehatnya sebagai orangtua.

Selama ini dikatakan Sutopo anaknya dikenal sebagai orang yang sangat pendiam dan tidak bergaul dengan para tetangganya.

Selama dirinya berada di sekolah dan pesantren, tutur Sutopo, Dian bukanlah orang yang menonjol.

Bahkan cenderung diam dan jarang terlihat berteman dengan anak-anak sebayanya.

"Dia sangat diam. Jarang bergaul dengan tetangga. Di sekolah juga jarang ngobrol sama teman-temannya," ujar pria yang mengenakan batik lengan panjang berwarna hijau tersebut.

Sementara istri Sutopo yang terlihat terus memegangi lengan Sutopo mengatakan dirinya sangat kehilangan Dian dan rasa kehilangan tersebut dimohonkan untuk tidak diulangi anak-anak lainnya.

"Ya semoga semua orangtua bisa menjaga anaknya. Jangan ada yang terpengaruh dan tidak ada korban lagi. Saya mohon betul," kata wanita berhijab hitam tersebut.








Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA