Motivasi Perempuan Pengantin Bom Bunuh Diri Adalah Menjadi Bidadari

Kamis, 22 Desember 2016 - 10:11
Dian Yuli Novi

Densus 88 melakukan penyergapan terduga teroris ke 4 daerah. Tujuh orang ditangkap, 3 orang lainnya tewas karena melakukan perlawanan. Terduga teroris ini merupakan jaringan Bahrun Naim.Jaringan Mujahid Islam Barat (MIB) di bawah komando Bahrun Naim bahkan sekarang mulai memilih wanita sebagai "pengantin" bom bunuh diri. Jaringan Bahrun Naim berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS.

Salah satu alasan di balik aksi nekat tersebut diduga dilakukan dengan modus mengatasnamakan asmara sehingga kader MIB terlebih dahulu menikahi calon "pengantin". Hal itu diungkapkan pengamat teroris, Al Chaidar.


Saat ini ada pergeseran karena pertimbangan jumlah perempuan yang jadi simpatisan di ISIS cukup banyak. Mereka sangat militan khususnya dalam bentuk harta yang cukup besar dan siap dijadikan istri keberapa pun, kata Al Chaidar.

Fenomena ini kata Al Chaidar, menunjukkan bahwa kebangkitan militansi di kalangan perempuan yang lalu dimanfaatkan Bahrun Naim dan para simpatisannya.

Yang tadinya dianggap hanya untuk urus keluarga kini mereka meminta peran yang lebih besar dan akhirnya dijadikan pelaku bom bunuh diri (pengantin), ujarnya.

Terkait motif, Al Chaidar mengaku masih mempelajarinya. Namun dari beberapa keterangan yang ia pelajari, sejumlah faktor yang muncul antara lain faktor kecemburuan asmara lalu faktor ekonomi.

Di sini ada unsur romantik. Ada anggapan, boleh saja istri pertama memiliki suaminya di dunia, namun mereka menganggap di akhirat mereka (istri kedua dan selanjutnya) ingin jadi bidadarinya," kata mantan anggota NII itu.

Sementara dalam hal motif ekonomi, sumbangan para perempuan kata dia tidak bisa diabaikan. Sebagian para perempuan simpatisan organisasi radikal itu biasanya berasal dari para tenaga kerja wanita (TKW).




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA