Muncul Surat Mengerikan, Ahok Diancam Mau Dibunuh Oleh Eryanto

Minggu, 03 April 2016 - 21:09
Ahok

Cuitan adik Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza Mahendra membuat, Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi geram. Yusron selaku Duta Besar RI untuk Jepang mengeluarkan cuitan yang bernada rasis, mengungkit mengenai tragedi 1998 yang dialami etnis tertentu. Hal ini sangat disayangkan bagi Ahok, lantaran cuitan ini berusaha menebar ketakutan. Ahok sendiri sangat senang jika mendapat lawan kompetisi yang banyak di Pilkada DKI Jakarta 2017, namun hendaknya bermain dengan sehat.

"Jangan nakut-nakuti. Ada yang nge-twit nakuti. Kasihan keturunan Cina miskin, nanti dibantai gara-gara Ahok," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/3/2016) lalu.

Ahok lebih senang jika para kandidat beradu program, memberikan yang terbaik untuk Jakarta, bukan justru menebar kebencian dengan isu agama dan rasis.

"Tuhan saja nggak rasis, kamu Islam, saya Kristen, Tuhan kasih udara ke kita yang sama. Bila Tuhan menganggap Kristen kafir, bunuh saja gue sekarang," kata Ahok.

Setelah mengatakan itu, muncul kehebohan lagi. Saat ini, Jumat (1/4/2016), beredar surat terbuka atas nama Drs. Eryanto Wibowo. Dia merespon pernyataan terakhir Ahok.

Surat terbuka yang beredar di grup-grup WhatsApp wartawan untuk menerima tantangan Ahok perihal minta dibunuh.

"Saya yang jawab tantangan anda, saya yang akan bunuh anda. Apapun resikonya, jangan tangan rakyat NKRI yang berdarah, tangan saya saja yang berdarah membunuh anda sesuai keinginan anda," demikian potongan surat Drs. Eryanto Wibowo yang ditulis dalam huruf kapital semua.

Surat terbuka tersebut terdiri dari sembilan alenia.

Pada bagian lain, dia menulis dengan kalimat bernada rasis. Di bagian akhir suratnya, ditulis dengan tembusan Panglima TNI, Kapolri, Pangdam Jaya, Kapolda, Komandan Garnisum Tetap 1 Ibu Kota.


Sosok Eryanto ini dulu juga pernah membuat surat terbuka yang ditujukan kepada anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Herry.

Ketika itu, Herman Herry bersitegang dengan Kepala Subdirektorat III Polda Nusa Tenggara Timur AKBP Albert Neno setelah salah satu tempat usaha minuman keras dirazia polisi. Buntutnya, Herman Herry dilaporkan Albert Neno Polda NTT karena dianggap mengancam dan memfitnah.

Drs. Eryanto Wibowo melalui surat terbuka yang ditulis dengan huruf kapital menantang Herman Herry duel.

"Surat terbuka kepada Herman Herry, anggota DPR ini seorang jagoan atau merasa sudah menjadi raja kecil??? atau bahkan merasa NKRI ini punya kamu Herman Herry??? Baru kali ini saya buat surat terbuka tidak memakai protap saya, santun, karena yang saya hadapi juga bukan seorang yang santun, memaki aparat negara," demikian potongan surat terbuka






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA