Nestapa Nasib Keluarga Pencipta Lagu Genjer-Genjer

Minggu, 15 Mei 2016 - 14:36
PKi

PKI, Partai Komunis Indonesia pernah melakukan gerakan menyingkirkan sejumlah jenderal di masa pemerintahan Soekarno, hal ini dikenal dengan G 30S PKI. Soeharto sebagai pengganti Soekarno melarang keberadaan PKI, banyak orang yang terlibat dengan partai kemudian ditangkap, sebagian dieksekusi. PKI waktu itu identik dengan lagu Genjer-genjer, namun kenyataannya lagu ini sebenarnya merupakan karya seni murni tanpa ada muatan politis PKI, sebelum liriknya diganti PKI.

Lagu itu sangat populer di Banyuwangi setelah kemerdekaan Indonesia. Apalagi setelah dinyanyikan Lilis Suryani dan Bing Slamet dan disiarkan di radio.

Pencipta lagu tersebut adalah Muhammad Arif, seorang seniman asal Banyuwangi. Dia mengambil inspirasi dari dolanan anak 'Tong Alak Gentak'. Syair yang ditulis dalam bahasa Using bahasa rakyat Banyuwangi dimaksudkan untuk menyindir Jepang yang membuat rakyat menderita sehingga hanya bisa makan genjer, tanaman gulma yang biasa dimakan itik. Sejarawan menyebut lagu itu dikarang pada tahun 1943

Kepopuleran lagu Genjer-genjer dimanfaatkan PKI untuk alat propaganda masa Demokrasi Terpimpin pada periode 1959-1966. Lirik lagu digubah, kemudian dinyanyikan di berbagai kampanye. Alhasil, lagu itu seolah-olah milik partai berlambang palu arit.

Saat pemberontakan PKI pecah pada tahun 1965, seluruh unsur partai dihabisi. PKI dinilai makar dan menjadi partai terlarang. Arif ikut kena imbas dan ditangkap aparat penguasa saat itu. Lagu ciptaannya diasosiasikan dengan tewasnya para jenderal TNI.

Derita Arif tak cukup sampai di situ. Rumahnya di kawasan Temenggungan, Banyuwangi, dirusak massa. Keluarga tercerai berai. Menurut informasi dari kerabat, Arif ditahan di LP Kalibaru, kemudian dipindah ke Lowokwaru, Malang. Dan kini, entah di mana. Ternyata anaknya sudah tidak tinggal di Banyuwangi. Rumahnya sudah dijual.


"Keluarga pindah ke luar Banyuwangi," kata salah seorang kerabat.

Kerabat itu menyebut keluarga Arif ingin mengubur masa lalu. Mereka tidak ingin kenangan pahit itu terungkit. Tetangga tidak tahu latar belakang keluarga Arif.

"Mereka takut kalau tetangga tahu, akan diusir," tutur kerabat itu.

Puluhan tahun telah berlalu, kini lagu Genjer-genjer, yang menurut sejarawan awal penciptaannya tidak ada nuansa ideologi PKI, dicap sebagai 'lagu terlarang'. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut orang yang menyanyikan lagu Genjer-genjer bisa ditangkap.

Berikut syair asli genjer-genjer

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Emake thulik teka-teka mbubuti genjer
Emake thulik teka-teka mbubuti genjer
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih
Genjer-genjer saiki wis digawa mulih

Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar
Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar
Emake jebeng padha tuku nggawa welasah
Genjer-genjer saiki wis arep diolah

Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Sego sak piring sambel jeruk ring pelanca
Genjer-genjer dipangan musuhe sega

Video lagu Genjer-Genjer sebagai lagu propaganda PKI






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA