Ngaku-Ngaku Nabi Adam Dan Anak Nyi Loro Kidul, Pria Ini Perkosa ABG Di Depan Pacarnya

Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:56
Sutrisno

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal menciduk seorang pria bernama Sutrisno. Warga Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal ini ditangkap lantaran nekat mencabuli seorang gadis berinisial EP (17).

Kepala Kepolisian Resor Tegal, AKBP Heru Sutopo menuturkan, pelaku ditangkap pada Selasa (3/10/2017) di kediamannya. Penangkapan ini berawal ketika korban melaporkan tindak pencabulan yang terjadi pada Senin (2/10/2017). Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil ditangkap.


Heru menambahkan, pencabulan itu terjadi ketika pelaku meminta korban dan kekasihnya datang ke rumah pelaku. Setibanya di rumah, pelaku meminta korban dan pacarnya untuk berhubungan intim. Karena terangsang, pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim dengannya. Namun, permintaan itu ditolak. Pelaku kemudian mengancam akan menyebarkan konten yang berisi adegan panas korban dan pacarnya.

"Pelaku mengancam menyebar adegan hubungan intim korban dengan pacarnya. Akhirnya, korban terpaksa melayani pelaku," ujar Heru kepada wartawan, Kamis (5/10/2017).

Heru mengatakan, dari hasil pemeriksaan, selain mencabuli korban pelaku juga mengaku sebagai Nabi Adam dan anak tiri penguasa pantai selatan Nyi Roro Kidul.

"Pelaku mengajarkan ilmu sesat serta menyarankan agar pengikutnya melakukan seks bebas," imbuhnya.

Pengakuannya sebagai Nabi Adam berawal pada tahun 2011. Saat itu pelaku membuka praktik pengobatan alternatif. Seiring berjalannya waktu, pelaku kebanjiran pasien. Praktik itu kemudian berubah menjadi pengajian yang diikuti oleh bekas pasiennya.

"Berawal dari ajaran pelaku yang "nyeleneh" itulah sejumlah warga yang menjadi pengikutnya menjadi resah hingga melapor ke pengurus desa dan dilanjutkan melapor ke polisi," tuturnya.

"Ajaran pelaku yang menyebut siapapun boleh melakukan hubungan badan meski mereka belum terikat pernikahan sekalipun. Asalkan saat melakukannya harus dilandasi perasaan suka sama suka," lanjutnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakuakn pemeriksaan terhadap pelaku dan beberapa saksi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

"Untuk penistaan agama dan ajaran sesat masih kami dalami," tutupnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA