Ngeri, Bayinya Ditikam Berkali-Kali Hingga Tewas, Ngakunya Keguguran

Senin, 19 Desember 2016 - 15:52
Ilustrasi Pembunuhan

Sungguh keji yang dilakukan oleh seorang wanita muda bernamaLia Aprilia (20), wanita ini tega membunuh darah dagingnya sendiri yang baru saja dilahirkannya. Ia dengan kejam menikam bayinya berkali-kali hngga tewas. Ia mengaku melakukan hal keji tersebut lantaran malu memiliki anak dari hubungan di luar nikah.



Kejadian mengerikan ini berlangsung pada Rabu sore (14/12/2016) di kamar lantai 3 Ruko Hawaiian City Resort Residence, Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. Di kamar mess itu, Lia tinggal bersama 4 kawannya sesama karyawan sebuah restoran rumah makan di kawasan Cengkareng.

Kapolsek Cengkareng Kompol Eka Baasith menjelaskan, awalnya seorang rekan sekamar Lia yang bernama Rias Melani mendapati pelaku dalam kondisi berlumuran darah di kamarnya. Kepada Rias, Lia mengatakan kalau dirinya baru saja mengalami keguguran. Saat itu Rias langsung membawa Lia ke RS Budha Tzu Chi untuk menjalani perawatan.

Namun dokter-dokter di rumah sakit itu menjadi curiga. Pasalnya kondisi tubuh Lia sama sekali tidak menunjukkan indikasi keguguran kandungan. Setelah meniinggalkan Lia di rumah sakit itu, Rias kembali ke kamar mess karyawan itu. Namun setiba di dalam kamar mess itu, Ria terkaget-kaget menemukan sesosok jasad bayi laki-laki yang terbungkus kain di teras.

Saat diperiksa ternyata banyak bekas luka tusukan di bagian badan jasad bayi itu. Kontan penemuan bayi itu dilaporkan ke pihak security Ruko Hawaiian City Resort residence yang selanjutnya diteruskan ke Mapolsek Cengkareng.

Begitu menerima laporan adanya penemuan bayi yang diduga korban pembunuhan, jajaran Polsek Cengkareng langsung mendatangi lokasi kejadian untuk menggelar olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) sekaligus mengevakuasi jasad korban ke RS Kramat Jati.

Polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pisau dapur bergagang putih yang masih berlumuran darah. Pisau itu diduga dipakai Lia untuk membunuh bayinya. Kepada polisi, Rias mengtakan bahwa tidak ada yang tahu Lia sedang hamil.

"Lia ini orangnya ini kecil. Jadi gak terlihat kalau dia sedang hamil, apalagi dia selalu berusaha menyembunyikannya dengan mengenakan pakaian longgar," terang Rias lagi di Mapolsek Cengkareng, Kamis (15/12/2016).

Selanjutnya, tim reserse Polsek Cengkareng pada Rabu tengah malam langsung mendatangi RS Budha Tzu Chi untuk mengamankan Lia dan langsung membawanya ke RS Polri Kramat Jati.

"Begitu menerima informasi kami langsung bergerak ke lokasi. Saat itu kami temukan bayinya sudah di atas kasur terbungkus kain yang berlumuran darah. Kondisi di kamar itu juga sudah penuh bercak-bercak darah di lantai dan tembok kamar. Ketika kami gelar olah TKP kami temukan pisau dapurnya," jelas Kompol Eka Baasith.

Ia melanjutkan, kondisi bayi penuh luka tusukan, sesuai hasil visum at repertum ditemukann tujuh luka tusukan pisau pada dada dan perut bayi.

"Bayi itu dipastikan baru lahir, sebab ari-arinya masih menempel diperutnya, termasuk kulitnya yang masih merah. Kuat dugaan ibunya ini melahirkannya sendirian," terang Eka lagi.

Eka menambahkan pihaknya masih belum menginterograsi pelaku lantaran kondfisi kejiwannya masih labil dan shock.

"Tapi hingga saat ini ada 4 orang yang sudah kami mintakan keterangannya sebagai saksi, terrmasuk dokter di RS Budha Tzu Chi yang menangani Lia saat datang ke rumah sakit itu, Kami periksa juga kekasihnya itu," tutur Eka.

Menurut Eka, pernyataan Lia kepada temannya maupun kepada dokter di RS Budha Tzu Chi hanyalah untuk menutupi pembunuhan yang dilakukannya itu.

"Jadi saat dia (Lia) melahirkan itu dia berada di lantai 3 di kamar itu, sedangkan teman-temannya bekerja di (restoran) lantai dasar itu, sehingga tak ada yang mengetahi kejadian itu. Yang jelas dia saat ini ada di RS Polri untuk tahap pemulihan dan penstabilan kondisi kejiwaannya," papar Kompol Eka.

Sementara itu, kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Poltar Lumbangaol memastikan pisau dapaur yang ditemukan di kamar mess itu yang digunakan pelaku untuk membunuh bayinya. Polisi menduga pembunuhan itu dilakukan Lia lantaran panik dan kalap menyadari dirinya akan menjadi seorang ibu tanpa menikah dan bayinya juga tak berayah.

"Dia (Lia) menggunakan pisau dapur untuk menusuk bayinya pada bagian perut dan dada. Saat ini kami masih terus mendalami motif sebenarnya dari pembunuhan itu," lontar Poltar.

Namun kepada penyidik di ruang perawatan di RS Polri Kramat Jati, meski bicaranya masih terbata-bata Lia mengatakan kalau dirinya nekat membunuh bayinya sendiri lantaran malu punya anak di luar nikah. Diungkap Poltar juga, saat ini pihaknya masih memeriksa kekasih Lia yang diduga kuat adalah ayah bayi malang itu. Pria kekasih pelaku ini berinisial G.

"Pria berinisial G ini sudah kami amankan, saat ini kami mintakan keterangannya sebagai saksi," imbuh Poltar.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA