Ngeri, Bocah 4 Tahun Dirudapaksa Kemudian Dikubur Hidup-Hidup Di Sungai

Kamis, 12 Januari 2017 - 16:55
Mayat Bocah Di Sorong

WargaKompleks Kokoda Km 8, Kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi, dibuat gempar dengan penemuan sosok mayat bocah yang tewas dalam keadaan terbungkus dalam karung dan dikubur hidup-hidup di sungai komplek Kokoda. Mayat yang ditemukan Selasa (10/1/2017) ini merupakan bocah perempuanbernama Keisya (4 tahun).Diduga bocah tersebut telah dirudapaksa sebelum akhirnya dibunuh, karena terdapat pendarahan di bagian kemaluan korban hingga kemudian dibenamkan di sungai yang berlumpur.

Informasi dari sebagian warga dan Polres Sorong Kota, jenazah korban ditemukan oleh pekerja Bandara DEO kemarin siang sekitar pukul 13.00 WIT. Adapun kronologis penemuan mayat tersebut yakni, sekitar pukul 13.00 WIT, pekerja di Bandara DEO yang sedang bekerja terkejut melihat ada tangan dan kaki di sungai itu, kemudian pekerja tersebut melaporkan kepada ketua RT setempat bahwa ada mayat di kali.


Mendapat laporan tersebut, maka ketua RT dan warga mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) di kali tersebut, dan ternyata memang benar ada mayat, lalu RT dan warga melaporkan kepada pihak kepolisian Polres Sorong Kota. Beberapa menit kemudian pihak kepolisian mendatangi TKP, melakukan olah TKP kemudian korban dibawa ke RSUD Kabupaten Sorong guna dilakukan visum untuk kepentingan penyelidikan.

Beberapa jam kemudian, dua orang laki-laki berinisial Dn (18) dan Nn (18) diciduk oleh aparat kepolisian yang dipimpin Wakapolres Sorong Kota, Kompol Asep Bangbang SIK.

"Ini pelakunya belum jelas, namun jika memang yang diciduk terbukti bersalah maka harus dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku," ujar Ketua RT 01, RW 01 Kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi, Kris di sekitar TKP, Selasa (10/1/2017).

Pada saat penemuan mayat itu korban diisi dalam karung dan dikubur di kali yang ditutupi dengan lumpur, tapi tangan dan kaki korban kelihatan.

"Kita belum memastikan pelakunya siapa dan mereka yang dibawa memang warga di sini dan memang dalam keadaan mabuk, anak-anak mabuk dari malam tapi saya kan tidak tahu kalau akan jadi demikian, baru kali ini terjadi. Korban sehari hari tidak pernah bermain, di dalam rumah tidak seperti anakanak yang lainnya," jelas Ketua RT 01, Kris.

Sementara pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan, dan untuk dua orang yang diciduk masih diduga sehingga untuk status apakah mereka adalah pelaku pembunuhan masih dilakukan pengembangan.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA