Ngeri Korban Ledakan Pabrik Petasan, Tubuhnya Gosong Tanpa Tangan Dan Kaki

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 17:11
Foto Surnah

Dari total 47 korban meninggal pabrik petasan maut di komplek pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Tangerang, baru satu yang dikenali. Dari hasil identifikasi yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, menyebut, korban teridentifikasi seorang perempuan.

"Hasil hari ini yang baru bisa diidentifikasi baru ada satu jenazah," kata Ketua Tim DVI Kombes Pramujoko, Jumat (27/10).


Korban tersebut berasal dari kantong jenazah nomor 01 dengan nomor register polisi 344 dan berjenis kelamin perempuan. Ironisnya, korban ternyata diketahui masih anak-anak karena baru berusia 14 tahun.

"Atas nama Surnah, usia 14 tahun," lanjutnya.

Pramujoko membeberkan, kondisi jenasah korban saat ditemukan sudah dalam kondisi sangat rusak parah. Selain sekujur tubuh yang hangus dan gosong, tangan dan kakinya juga sudah tidak ada akibat terpanggang api cukup lama.

"Jenazah sudah tidak ada tangan dan kakinya. Baru itu yang bisa diidentifikasi," katanya.

Dari catatan, diketahui korban adalah warga Kampung Salembaran, Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang, Banten. Pramujoko menambahkan, jasad korban dikenali berdasarkan pemeriksaan gigi, jenis kelamin, tinggi badan dan usia. Dengan begitu, polisi akan langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga malam ini.

"Iya, langsung kami serahkan kepada pihak keluarga," jelasnya.

Saat ini, Tim DVI mengaku sudah melakukan tes DNA terhadap seluruh korban. Sayangnya, hal itu terkendala karena kurangnya data ante mortem (data fisik sebelum meninggal) dari masing-masing keluarganya korban.

Seperti diketahui, pabrik petasan yang meledak itu adalah milik PT Panca Buana Cahaya Sukses dan memang bergerak di bidang pembuatan kembang api kawat dan baru dua bulan beroperasi.

Kebakaran pabrik itu baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB siang setelah diketahui menyala sekira pukul 08.30 WIB pagi. Dari peristiwa nahas ini, tercatat 47 nyawa melayang akibat terpanggang karena tak bisa menyelamatkan diri.

Sementara, 46 orang lainnya harus mendapat perawatan medis karena mengalami luka bakar kritis. Semua korban, diketahui pekerja atau karyawan perusahan milik Indra Liyono tersebut.

Sampai saat ini, polisi juga masih belum mengetahui persis penyebab kejadian paling parah di dunia dalam sejarah insiden di pabrik petasan itu.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA