Pembunuhan Mirna, Motif Asmara Dan Gangguan Jiwa

Senin, 01 Februari 2016 - 15:25
Jessica Dan Mirna

Hari Sabtu (30/1/2016) kemarin, polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso (27) sebagai tersangka, ia juga ditangkap saat berada di hotel. Namun hingga kini motif pembunuhan Wayan Mirna masih belum bisa diketahui secara pasti. Dugaan sementara, pelaku membunuh lantaran masalah asamar diperparah dengan gangguan kejiwaan. Sebab dari hasil analisa psikiater forensik, ditemukan gejala gangguan jiwa pada tersangka Jessica.



Menurut sebuah sumber di internal kepolisian, penyidik menemukan adanya motif cemburu. "Dari keterangan saksi-saksi lainnya," ucap sumber itu.

Hanya, jelas sumber tersebut, cemburu sesama jenis itu tidak akan berbahaya jika Jessica normal-normal saja. "Ada jejak gangguan jiwa dalam hasil tes psikologisnya," imbuh dia.

Sumber tersebut menambahkan, sejauh ini motif Jessica membunuh Mirna masih berupa spekulasi. "Tebakan kami, gangguan jiwa itu bersifat obsesif-posesif. Sehingga ketika Mirna tak bisa lagi dijangkaunya (Mirna telah menikah, Red), lebih baik dibunuh saja. Tapi, ini masih spekulasi lho," imbuhnya.

Selain itu, ada ketidakkonsistenan pengakuan Jessica dalam pemeriksaan kemarin. "Ada sejumlah keterangannya yang berubah. Ini petunjuk bagi penyidik," ujarnya.

Tahu cerita versinya memiliki celah, Jessica terus mengubah sebagian detail kecil kronologi versinya sendiri. "Penyidik juga membandingkan keterangannya di televisi," tambahnya.

Ketika ditanya soal banyaknya spekulasi di media massa yang meragukan penetapan Jessica sebagai tersangka, sumber tersebut tertawa.

"Biarlah yang jadi pengamat di medsos (media sosial) menganalisis. Pertanyaan saya, mereka sudah melihat CCTV-nya belum? Mengetahui kronologinya tidak?" cetusnya.

Dia mengatakan bahwa rekaman CCTV saja sudah sangat kuat. Dari rekaman tersebut, gelagat Jessica jelas-jelas tengah merencanakan sesuatu.

"Seperti yang ketika masuk tidak langsung duduk. Kemudian toleh kiri-kanan mencari CCTV. Kemudian memutuskan untuk duduk di dekat tanaman sehingga terlindungi dari CCTV yang dilihatnya," papar sumber tersebut.

Kemudian, soal paper bag juga di luar kelaziman. Begitu duduk, paper bag semula berada di bawah. Namun, beberapa saat kemudian, Jessica justru menaruh tas itu di atas meja.

"Bukan menaruh, tapi persisnya menata. Sehingga tidak kelihatan. Kemudian, dia meraih sesuatu di tasnya dan memegang es kopi Vietnamnya," tambah sumber tersebut.

Beberapa saat kemudian, Mirna datang dengan Hani. Setelah itu perempuan cantik tersebut mencecap kopinya dan dua menit kemudian langsung kejang-kejang dan kelojotan. "Intake-nya jelas. Hubungannya jelas," tegasnya.

Jadi, kalau ada spekulasi di medsos yang meragukan penetapan Jessica sebagai tersangka, sumber tersebut menuturkan agar tidak terlalu memercayai. "Kecuali kalau pengamat itu sudah melihat CCTV dan tahu persis detail kronologinya. Kalau belum dan hanya berspekulasi, tidak usah didengarkan," tandasnya.

Seperti diketahui, Wayan Mirna Salihin diketahui tewas di Kafe Olivier Grand Indonesia awal Januari lalu. Sejak awal, kematiannya mencurigakan.

Perempuan 27 tahun itu datang ke kafe tersebut berdua dengan Hani untuk berjumpa Jessica Kumala Wongso. Ketiganya adalah teman kuliah di Australia dan berencana melakukan reuni.

Jessica datang terlebih dahulu, memesankan minuman, dan menutup bill-nya lebih awal. Sekitar 45 menit kemudian, Mirna dan Hani datang. Baru saja meminum kopinya, Mirna langsung nyaris memuntahkan kopinya dan berseru,

"Kopinya kok seperti ini?" Dua menit kemudian dia kejang, badannya kaku, dan akhirnya tewas. Belakangan diketahui, di es kopi Vietnam itu ditemukan 15 gram sianida. Dosis yang cukup untuk membunuh dua ekor gajah.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA