Pemprov DKI Mengembalikan Gratifikasi Terbesar Dalam Sejarah KPK

Rabu, 13 Januari 2016 - 18:18
Ahok

NIlai gratifikasi terbesar berhasil dikembalikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gratifikasi ini diterima dari dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu Dinas Perumahan dan Gedung Pemda serta Dinas Bina Marga.Nilai gratifikasi tersebut sebesar 10 Miliar dan sudah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 11 Januari 2016. Ahok menuturkan jika hal ini merupakan sejarah dalam KPK.

"Dua dinas itu yang kembalikan, ini sejarah di KPK. Biasanya KPK tangkap yang nerima gratifikasi, ini kita malah laporkan dan kembalikan," ujar Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok juga mengatakan jika yang menerima gratifikasi adalah beberapa kepala bidang. Kepala bidang ini kemudian melaporkan gratifikasi ini ke atasan masing-masing. Kemudian Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda, Ika Lestari Aji dan juga Kepala Dinas Bina Marga, Yusmada melaporkan masalah ini ke Ahok.


Ahok juga mnuturkan jika gratifikasi tersebut di antaranya diperoleh dari honor membeli lahan untuk pengadaan rusun.

"Nah, yang kasih banyak juga lho. Miliaran ini, tentu si Ibu Ika ketakutan, dia lapor ke saya, katanya kepala bidangnya terima duit lapor ke dia," kata Ahok.

Nilai gratifikasi yang dikembalikan Pemprov DKI Jakarat merupakan nilai terbesar sepanjang sejarah KPK. Sebelumnya, Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pernah mengembalikan gratifikasi senilai 4,5 Miliar berupa cincin berlian.

"Sepanjang sejarah KPK, ini paling besar, karena sebelumnya kan Pak Sudirman Said. Kalau ini hampir Rp 10 miliar," kata Ahok.

Nilai gratifikasi yang dikembalikan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda sekitar Rp 9,6 miliar, sedangkan Dinas Bina Marga menyerahkan Rp 300 juta.

Ahok mengatakan bahwa hanya menerima laporan dari dua dinas ini.

"Saya enggak bisa maksa, tapi saya tahu, bisa cek nanti kalau ketahuan siap-siap sanksinya dipecat," ucapnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA