Pengemis Tajir Tertangkap, Punya Deposito 140 Juta, Tiga Anaknya Kuliah

Sabtu, 26 Maret 2016 - 18:21
Pengemis

Seorang pengemis perempuan ditangkap oleh Satpol PP Semarang pekan lalu. Pengemis dengan KTP dari Kecamatan Genuk itu ternyata kaya raya. Usai ditangkap, ia dititipkan di Panti Rehabilitasi Among Jiwo, Ngaliyan, Semarang.

M. Ridwan, Kepala Panti Rehabilitasi Among Jiwo Semarang, mengungkap fakta mengejutkan mengenai pengemis ini. Ia memiliki deposito Rp 140 juta dan tabungan bersaldo Rp 16 juta. Saat ditangkap, ia membawa uang tunai Rp 400 ribu.


"Petugas Satpol PP menemukan sertifikat deposito Rp 140 juta, dan uang tabungan di Bank BNI 46 Sayangan Rp 16 juta," ujar Ridwan.

Ia juga membawa surat-surat berharga lainnya yang disimpan dalam tas. Di antaranya, sertifikat tanah di daerah Tlogosari, tiga BKPB kendaraan roda dua, serta ATM Bank BNI 46.

"Kalau menurut alamat di KTP di Genuk. Tapi, dia tinggalnya di Jalan Kawung, Tlogosari Kulon. Sertifikat tanahnya seluas 105 meter persegi. Itu atas namanya sendiri. Kalau BPKB motor ada yang nama dia, dan nama orang lain. Mungkin nama anaknya," kata Ridwan.

Namun uang ratusan juta milik pengemis ini bukan murni dari mengemis, sebagian merupakan hasil penjualan tanah. Pengemis ini baru 6 bulan ini menjadi peminta-minta dengan mengamen di jalanan.

"Uang itu dulunya hasil penjualan tanah. Dulu depositonya Rp 300 juta, tapi setelah dirinya pisah ranjang dengan suami, akhirnya uang itu berkurang untuk biaya makan. Dia juga pernah buka usaha jualan ayam goreng penyet, tapi bangkrut karena banyak diutang pelanggannya," terangnya.

Pengemis ini terjaring operasi di depan SPBU di wilayah Arteri Yos Susarso, Madukoro, Semarang Barat. Ia memiliki tiga anak, sekarang tiga anaknya duduk di bangku kuliah. Yakni, di jurusan Bahasa Inggris Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Polines dan Unisbank.

Bahkan dalam waktu dekat, anak pengemis yang kuliah di Unissula bakal diwisuda.

"April nanti anak saya mau wisuda pak. Makanya, saya kerja keras cari uang buat biaya wisuda," kata Ridwan menirukan pengakuan pengemis wanita itu.

Ridwan mengaku sempat menyarankan kepada pengemis tersebut untuk menyimpan surat-surat berharganya agar tidak hilang.

"Sertifikat dan BPKB motor itu sudah lusuh. Semua dibawa ke mana-mana sama alat gitarnya," ujarnya.

Terpisah, Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, mengakui telah melakukan razia terhadap pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) di sejumlah jalan protokol di ibu kota Jawa Tengah itu. Para PGOT yang tertangkap razia langsung dibawa ke tempat Panti Rehabilitasi Among Jiwo.

Namun, ia tak tahu ternyata ada pengemis yang kaya. "Kemarin langsung kita serahkan ke Among Jiwo agar mendapat pembinaan," ujarnya

Sumber : jpnn




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA