Pengemudi Lamborghini Maut Dikecam Lantaran Selfie Di Kantor Polisi

Selasa, 01 Desember 2015 - 17:59
Foto Selfie Wiyang Lautner

Wiyang Lautner kembali disorot, pengemudi yang menabrak warung STMJ ini mengunggah foto di Instagram saat ia ada di kantor polisi, ia berfoto selfie. Fotto selfie ini diunggah oleh akun twitter Pura Krisnamurti @rasjawa.

"Di kantor polisi aja masih bisa nyantai & selfie upload ke IG. Udah dijamin beres urusannya ini sih #lambomaut," tulis @rasjawa, Senin (30/11/2015).

Postingan ini rame dishare di sosmed, seperti diberitakan media, Wiyang menewaskan seorang pengguna jalan di ruas Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya, Minggu (29/11/2015) pagi. Korban bernama Kuswanto (51), warga Kaliasin. Saat itu Kuswanto dan isterinya, Srikanti (41), sedang membeli susu di toko susu milik Mujianto (44). Kuswanto terseret puluhan meter sebelum akhirnya mobil Lamborghini itu menabrak pohon. Wiyang saat itu balapan dengan sebuah mobil Ferrari.


Wiyang Lautner (24), warga Dharma Husada Regency 2/20, sebuah perumahan elite. Wiyang merupakan anak dari seorang pengusaha bernama Alex. Saat Wiyang diperiksa di Unit Laka Polrestabes Surabaya, ia semoat dimarahi oleh adik korban tewas Kuswanto, Budi Pujiono (47), Budi meminta Wiyang bertanggung jawab atas perbuatannya. Kuswanto masih memiliki tanggungan empat anak yang masih sekolah.

Wiyang mengaku siap menanggung biaya pengobatan korban luka dan membayar ganti rugi akibat perbuatannya. Budi tak puas, ia minta polisi juga mengusut kejadian ini.

"Saya juga katakan, jangan mentang-mentang anak orang kaya lalu ugal-ugalan di jalan," tambahnya.

Berdasar informasi yang diterima Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Andre Manuputty, Wiyang mengemudikan mobil dengan kecepatan antara 70-80 km per jam.

"Pengemudinya sudah menjalani tes urine, dan hasilnya negatif (narkoba). Kami berjanji akan mengusut kasus ini," kata Andre.

Wiyang belum dapat menunjukkan surat mobil yang dikemudikannya hingga menewaskan Kuswanto (51). STNK mobilnya sedang dibawa orangtuanya.

"Menurut dia, STNK akan dibawa orangtuanya ke kami, karena itu dia masih kami tahan," kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Andre Manuputti, Senin (30/11/2015).






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA