Pertamina Boros! Harga Premium Harusnya 4500

Kamis, 24 Desember 2015 - 21:03
Ichsanuddin Noorsy

Ichsanudin Noorsy, pengamat ekonomi ini mengkritik kebijakan menurunkan harga BBM Premium yang diumumkan Rabu kemarin (23/12/2015). Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik mengenai refleksi kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK selama tahun 2015. Ia menilai jika harga yang diturunkan masih kurang, menurutnya harga Premium seharusnya Rp 4.500, bukan Rp 7.150.

Kalkulasi ini berdasarkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS, Rp. 14.000 dan harga minyak berdasarkan West Texas Intermediate, US $ 37 dan plus keuntungan yang diambil sebesar Rp 250 per liter.

"Nilai tukar Rp 14.000, harga West Texas Intermediate, 37 Dollar (AS) per barrel, maka harga per liter jadinya Rp 4.250, saya buletin nih. Oke, ada kemungkinan untuk keuntungan lebih besar tambahin deh Rp 250," ucapnya dalam diskusi "Benarkah Kabinet Kerja Jokowi-JK Gagal?" di Restoran Handayani Prima, Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (24/12/2015).


Noorsy juga menjelaskan, berdasarkan logika yang dikaitkan dengan pernyataan Menteri ESDM, Sudirman Said, maka harga BBM Premium yang saat ini sebesar Rp 7.150 merupakan hasil pemborosan yang dilakukan Pertamina.

"Ketemu argumentasinya Sudirman Said, faktor yang kita perhitungkan dalam rangka BBM adalah soal tingkat efisiensi Pertamina, harus diakui bahwa harga yang sekarang disebabkan juga Pertamina boros!" tambahnya.

Dalam diskusi yang dihadiri puluhan orang tersebut, turut hadir Anggota Pansus Pelindo 2 DPR RI, Masinton Pasaribu.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA