Protes Soal Stiker Agus, Jawaban KPU : Jika Tak Suka Tolak Saja

Senin, 02 Januari 2017 - 12:18
Rumah Tetty

Waktu lalu sebuah postingan facebook seorang warga Kramatjati, Jakarta Timur menjadi viral. Hal ini lantaran ia protes lantaran rumahnya dipasangi stiker pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta, Agus Harimurti-Sylviana Murni. Warga yang protes ini kemudian didatangi orang yang mengaku dari Bawaslu, kemudian ia mengalami akun Facebook miliknya diblokir.

Mengenai kasus ini,Ketua KPU DKI Sumarno menegaskan warga sebenarnya bisa menolak pemasangan stiker tersebut.


"Kan yang di rumah-rumah bisa dikomplain bisa menolak, masak petugas KPU menempel stiker pasangan calon," kata Sumarno, Minggu (1/1/2017).

Sumarno juga menegaskan pihaknya tidak mungkin menempel stiker pasangan calon tertentu. Dia menyarankan warga yang tidak suka bisa melapor ke Bawaslu.

"Nggak boleh menempel stiker di rumah orang yang tidak menghendaki. Sebenarnya orang itu bisa menolak kok, kalau enggak suka bisa lapor ke Bawaslu," terang dia.

Sumarno mengaku belum pernah ada kasus warga melapor terkait dengan pemaksaan pemasangan stiker pada saat pilkada. Dia kemudian mencontohkan, jika tidak suka, tidak boleh ada pemaksaan.

"Memang belum pernah ada yang melaporkan di KPU, kalau warga itu senang dengan penempelan stiker itu, enggak ada masalah. Kalau tidak bisa menerima, tidak boleh dipaksakan kehendaknya," tegas Sumarno.

"Dia (warga) bisa menolak, apalagi (pemasangan stiker) di rumah, tamu juga seperti itu kalau ada yang tidak disukai bisa diusir. Jadi bilang saja kalau Anda tidak menghendaki tolak saja atau diusir siapa pun, atas nama apa pun, tidak boleh," sambungnya.

Peristiwa ini bermula ketika Tetty Pataresia menulis curhat tentang rumahnya yang ditempeli stiker pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta, yang ramai dibicarakan di media sosial. Tetty mengaku didata sebagai pemilih salah satu pasangan calon, meski dia sebenarnya memilih calon lain.

Curhat itu dibeberkan lewat akun Facebook Pataresia Tetty pada Kamis (29/12/2016) lalu. Hingga Sabtu (31/12), cerita Tetty itu sudah dibagikan sebanyak 4.325 kali.

Tetty bercerita bahwa dia didatangi oleh perempuan yang mengaku petugas dari kelurahan untuk pendataan pemilih Pilgub DKI 2017. Padahal Tetty dan sang ayah sudah didata oleh KPU sebulan lalu dan mendapat stiker sebagai bukti terdaftar sebagai pemilih resmi.

Perempuan tersebut mencatat nama Tetty dan sang ayah di balik stiker. Setelah bagian belakang stiker yang berisi data namanya dilepas, stiker itu ditempel di kaca jendela rumah Tetty.

"Mau tau tu stiker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1," tulis Tetty di akun Facebook.

Tetty sempat mendebat perempuan tersebut karena dia tidak akan memilih pasangan calon nomor 1, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, di Pilgub DKI 2017. Dia menilai hal itu merupakan pelanggaran yang bisa diusut Bawaslu.

Namun perempuan itu mengaku hanya menjalankan tugas untuk mendata. Perempuan itu juga memberikan brosur dan kalender bergambar Agus-Sylvi.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA