Psikolog Ini Tetap Tidak Percaya Jessica Pembunuhnya, Polisi Pakai Teori Usang

Sabtu, 30 Januari 2016 - 12:42
Reza Dan Jessica

Penetapan Jessica Kumala Wongso (27) oleh pihak kepolisian, rupanya masih disangsikan oleh sebagian orang. Sebagian orang ini tak percaya jika Jessicalah dalang dari pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27), 6 Januari lalu. Salah satu yang meragukan hal ini adalahReza Indragiri Amriel, PsikologForensik, meskipun Polda Metro Jaya sudah resmi menetapkan Jessica, namun penilaiannya tak berubah. Ia tetap percaya Jessica bukan orang yang membunuh Mirna.

Menurut Reza, dalam kasus kematian Mirna ini polisi menggunakan teori klasik yakni pelaku pasti ada di lokasi meninggalnya korban.


"Itu teori usang segitiga kejahatan. Kejahatan bisa terjadi kalau ada tiga unsur yaitu ada korbannya, ada lokasi dan ada pelaku. Kejadian ini sama memanfaatkan teori tersebut, karena korban dan lokasi ada di situ, maka pelaku juga ada di situ," ujar Reza dalam diskusi bertema Mencari Sang Pembunuh di Cikini, Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Namun, sambung Reza sayangnya polisi mengesampingkan instrumen yang menjadi pemicu mengapa Mirna tewas, yakni karena sianida. Instrumen yang digunakan pelaku tersebut sengaja dipakai supaya si pelaku tidak ada di tempat kejadian saat Mirna tewas.

"Kita lupa alat instrumen itu di sana adalah racun, kalau celurit, badik dan sebagainya itu mengharuskan pelaku berhadapan langsung dengan pelaku. Nah racun itu sengaja digunakan untuk mengambil jarak dengan si pelaku. Dia gak ingin perbuatannya ditangkap oleh kamera, gak ingin orang banyak yang mengetahui," ulasnya.

Analisis tersebut yang membuat Reza sampai saat ini begitu yakin mengapa wanita berkulit putih itu bukan pembunuh Mirna. "Dari situlah saya berpendapat di situ walaupun korban dan lokasi di situ, tapi pelaku gak ada di situ," tegas Reza.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA