Puluhan Warga Bawa Kardus Berjejer Nongkrong Di Vihara Berharap Sedekah

Senin, 08 Februari 2016 - 16:26
Puluhan Warga Minta Sedekah

Hari raya tahun baru Cina atau Imlek dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Kemeriahan Imlek dapat dilihat di vihara-vihara.

Di Vihara Bahtra Bhakti Pasir Putih Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, puluhan warga Jakarta Utara berbonding menyambangi Vihara ini sejak Senin (8/2/2016) pagi. Mereka berharap mendapat sedekah dari jemaat vihara meskipun mereka bukan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).


Sejumlah warga masing-masing membawa anak sekaligus keluarganya menyambangi vihara tersebut.

Pakaian mereka yang terlihat lusuh, serta menunjukkan mimik wajah meminta dikasihani, berharap mendapat sedekah dari para jema'at yang merayakan imlek dengan berdoa di vihara tersebut.

Mereka masing-masing membawa kardus air mineral, guna dijadikan tempat untuk menaruh uang sedekah para jemaat.

Mereka juga terlihat berjejer rapi baik di Gerbang Vihara, maupun tak jauh dari pintu masuk altar tempat para jemaat berdoa.

Sejumlah warga yang berkerumun ini, juga diawasi oleh beberapa personel petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Kota Administrasi Jakarta Utara.

Tak hanya P3S, sejumlah kepolisian juga nampak berjaga-jaga untuk memperlancar jalannya perayaan imlek di vihara tersebut.

Sekilas para jemaat yang melintas dan diapit para warga yang meminta sedekah ini, hanya melengos masuk ke dalam. Terlihat para jemaat masuk ke dalam vihara dengan cuek, ada pula satu dua orang memberikan sedekah ke salah satu dari warga tersebut.

"Saya bukan PMKS pak.. Bukan gembel. Saya pembantu harian aja. Ya gak salah pak kita begini. Namanya usaha buat nambah kebutuhan dampur. Saya pembantu harian seharinya paling dibayar Rp 50 - Rp 100 ribu aja. Itu mana cukup buat kebutuhan dua anak dan dapur," kata Suranti (40) yang tengah duduk sembari memelas meminta sedekah.

Dirinya juga mengatakan, berharap pihak P3S Sudinsos Jakarta Utara tidak mengkrangkengnya di dalam mobil tahanan Sudinsos.

"Ya jangan lah, kan kita gak ganggu," lanjut warga Pademangan ini.

Warga lainnya, Sukirman (45), warga Penjaringan, Jakarta Utara mengaku sejak pagi buta sudah duduk di depan Gerbang Vihara bersama dua cucunya. Dirinya yang bekerja sebagai pemulung ini mengaku tak malu untuk meminta sedekah para jemaat Vihara.

"Setiap Imlek saya ke Vihara ini. Yaa.. Minta bantuan sedekahnya aja pak. Kalau tujuannya untuk makan, ya apa lagi. Kasian cucu saya, gak sekolah-sekolah, paling mentingin cari makan sama saya. Mulung bareng sama cucu saya juga pak. Imlek, momen di mana saya bisa dapat uang. Tahun kemarin Rp 500 ribu kehitung lah," ujarnya.

Ia juga mengaku dirinya bukan gembel atau PMKS. Pria yang mengenakan sarung ini juga berharap tidak diangkut oleh petigas P3S yang tengah berjaga-jaga disekitar Vihara.

"Kita gak ganggu jemaatnya kan? Kita minta sedekahnya aja. Dikasih syukur, enggak ya gak apa-apa," akuinya.

Sumber : tribunnews






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA