Remaja 16 Tahun Hamil Gara-Gara Sering Dipanggil Oon

Kamis, 26 November 2015 - 18:20
llustrasi Nikah

Tiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang pandai secara akademis, ada yang pandai di bidang lainnya. Semua orang tua sebaiknya tak membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, karena memang setiap anak memiliki kemampuan berbeda.

Bunga (16), putri Sumijan (54) dan Suminten (50) berbeda dengan saudara-saudaranya, seringkali hal ini dibanding-bandingkan. Bunga di bidang kademis tidak menonjol, bahkan gadis ini suka merias wajah. Hobi ini dinilai ibunya akan membuat masa depannya suram, dinilia sebagai hobi yang sia-sia. Bunga bahkan berencana untuk meneruskan sekolah di jurusan tata rias. Hal ini membuat Suminten kesal, lantaran ia berpikir bahwa pilihan Bunga hanya akan membuatnya menjadi bahan olok-olokan keluarga besarnya.

"Yang dikira, saya perias anak-anak. Tidak punya masa depan lah. Banyak, deh. Sakit hati melulu intinya kalau sama mami itu," kata Bunga.


Bunga mengaku sering dikucilkan keluarag, ia merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Dibanding kedua kakaknya, nilai akademis Bunga sangat mengecewakan, ia dianggap oon oleh ibunya. Kakak pertamanya berhasil sekolah di kedokteran, sementara kakak keduanya kuliah di Australia.

"Dari kecil, mesti saya juara terakhir. Kakak juara satu terus. Jadi, di rumah saya dipanggil oon," tandasnya.

Tak hanya diejek, ibunya, si Suminten suka menceritakan keburukan Bunga di saat acara keluarga atau kumpul bareng rekan-rekan kerjanya. Seorang ibu kok begitu. Dibilang IQ Bunga jongkok lah, memiliki hobi aneh lah, dan seterusnya. Suminten malah tega menuding bahwa Bunga bukan darah dagingnya dengan Sumijan karena tidak memiliki kepandaian seperti ayah dan ibunya.

"Emang seperti guyonan sih, tapi kok tiap hari," tutur Bunga.

Bunga yang sering dihina keluarganya menjadi anak yang cuek dan jarang di rumah. Ia lebih memilih berada di sanggar seni di sekolahnya, nongkrong di kawasan Gubeng, Surabaya. Sikap Bunga makin membuat keluarganya tak menyukainya saat ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke jurusan tata rias. Suminten yang jengkel bahkan tak mau berbicara dengan Bunga.

"Bingung. Untung, ada pacar saya yang tiap hari mau mendengarkan saya. Akhirnya, saya melakukan hubungan itu. Ya hamil deh," kata Bunga.

Bunga, terjerumus, masalah di keluarga, membuatnya jatuh dalam pergaulan kebablasan dengan sang pacar. Ia hamil akibat hubungan suka sama suka. Bunga sedikit menyesal, masa depannya jelas tidak akan seperti dua kakaknya yang sukses. Kendati demikian, dia berharap bisa segera menikah secara sah, kemudian melanjutkan sekolah meski cuma lewat kejar paket C.

"Saya pengin kursus tata rias. Mungkin, saya jadi make-up artist terkenal," pungkasnya dengan penuh bahagia sembari mengelus perutnya.

Bunga kini hamil lima bulan. Jumat lalu (20/11/2015), ia hadir di sidang pernikahan di bawah umur di Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Jalan Ketintang Madya, Surabaya. Ia ditemani dengan Iwan (20), sang kekasih, berkali-kali dia menunduk dan bermain handphone. Suminten juga nampak, ia terlihat masih kesal, warga Sukolilo itu tampak tak bersahabat dan berusaha menghindari kenyataan.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA