Reuni 212 Dinilai Ada Muatan Politis Di Baliknya, Ini Tanggapan Presidium 212

Senin, 04 Desember 2017 - 19:27
Novel

Presidium Alumni 212 angkat bicara menanggapi tudingan sejumlah pihak tentang adanya muatan politik dibalik acara Reuni Akbar Alumni 212, pada Sabtu (2/12/2017) kemarin. Menurut Seksi Humas dan Media Centre Presidium Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin, tudingan itu dimunculkan oleh pihak-pihak yang merasa kalah melihat dasyatnya pergerakan 212.

"Tudingan politik memang selalu dilontarkan oleh mereka, karena mereka pernah kalah dengan kumpulnya jutaan orang, sehingga kali ini mereka juga sama ambil kesimpulan saat kita melakukan kembali (Reuni Alumni 212)," kata Habib Novel, Minggu (3/12/2017).


Dijelaskan tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini, tudingan adanya muatan politik dibalik acara reuni itu sangat tidak mendasar, sebab mereka bukanlah partai politik, dan apa yang mereka lakukan selama ini hanyalah mensyiarkan agama, serta menjalankan misi kemanusiaan.

"Karena kami FPI dan Presidium Alumni 212 bukan partai politik dan tidak bikin partai politik, sehingga apa yg kami lakukan adalah mensyiarkan Islam dengan berbagai rangkaian ibadah. Dan bisa dibuktikan juga kami menggalang dana untuk korban musibah di dalam negri maupun luar negri," ungkap Habib Novel.

Namun ia juga tidak menampik jika di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, umat Islam tidak bisa lepas dari semua aspek termasuk politik. Akan tetapi, ilmu politik yang digunakan haruslah sesuai dengan ajaran agama, seperti soal memilih pemimpin.

"Akan tetapi islam itu luas yang tak bisa dilepaskan dari berbagai aspek, termasuk politik. Namun politik yang kita pakai adalah umum sesuai ajaran Allah dan Rasulnya," ujar Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) itu.

"Yang mana kita umat Islam diajak untuk memilih pemimpin bukan saja Islam, tapi wajib juga yang beriman dan bertaqwa yaitu, tidak memilih pemimpin yang menghina Islam, tidak mendukung komunis, tidak mengkriminalisasi ulama dan umat Islam, tidak menjual aset bangsa kepada asing dan aseng karena itu merupakan penghianat agama dan negara," tandasnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA