Rico Ayo Keluar Menyerah, Woi Keluar Kamu Setan

Sabtu, 23 Januari 2016 - 18:12
Jasad Pelaku Pengeroyok Polisi

Rico Patikasih merupakan seorang pengeroyok polisi saat para polisi menggerebek di Berlan, Matraman, Jakarta Timur. Rico juga membacok Iptu Prabowo, seorang polisi yang melakukan penggerebekan. Rico terbilang seorang yang berani berkelahi, bahkan kelewat berani, ia berani melawan polisi. Keberanian Rico ini juga diakui oleh orang-orang yang mengenalnya.

"Dia terlalu bernyali, kelewat berani, sampai-sampai adu tembak melawan polisi," kata seorang saksi mata.


"Jika dia menyerahkan diri dan menyerahkan pistol punya polisi di Matraman, mungkin enggak sampai diserbu begini," katanya.

Rico memegang senjata api milik Iptu Hariadi Prabowo yang hilang saat geng narkoba Berlantermasuk Ricomelawan polisi dalam penggerebekan di Matraman, Jakarta Timur, Senin (18/1/2016) lalu. Pistol itu kemudian dia gunakan untuk melawan polisi. Warga yang rumahnya dekat dengan lokasi baku tembak membenarkan bahwa polisi memang sempat meminta Rico untuk menyerah namun tidak digubris.

"Polisi teriak-teriak, 'Rico ayo keluar, menyerah''Woi keluar kamu setan!" kata seorang warga menirukan teriakan polisi.

Saksi mata yang lain menggambarkan baku tembak yang berlangsung sekitar satu jam itu seperti situasi perang.

"Rasanya seperti ada perang, di satu momen terdengar suara tembakan yang banyak sekali, suaranya lebih keras dari tembakan sebelumnya, seperti diberondong begitu," katanya.

Warga sekitar tidak diizinkan keluar rumah serta tidak boleh berada di lantai dua bangunan. Mereka mengatakan setelah suara desingan peluru mereda, muncul suara mobil ambulans yang datang untuk membawa jenazah Rico pada pukul 22.00 WIB. Rico diduga termasuk komplotan Ali Badak yang juga tewas saat penyergapan Kamis (21/1/2016) tengah malam karena melawan polisi yang berusaha menangkapnya. Polisi menyebut Rico sebagai salah satu anggota geng narkoba yang mengeroyok Kanit Narkoba Polsek Senen Iptu Hariadi Prabowo. Pelaku tewas setelah mencoba melawan dengan melepaskan tembakan.

"Kami meminta pelaku menyerahkan diri, tapi Saudara R melawan dengan melepaskan tembakan sehingga mengancam keselamatan masyarakat dan petugas. Lalu anggota Brimob masuk, tembak-menembak, R tewas," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Hendro Pandowo, dalam wawancara yang ditayangkan TV One dari lokasi penggerebekan, Jumat sore.

Menurut Hendro, hanya Rico yang ada dalam rumah saat baku tembak terjadi. Selain R, masih ada banyak nama lain yang sedang diburu polisi terkait kejadian di Matraman.

"Kalau DPO tidak hanya itu, ada 12 orang. Tapi di rumah itu hanya R saja. Saat penggerebekan [di Matraman], dia ikut mengeroyok Iptu Prabowo," kata Hendro.

Hendro juga mengeluarkan ultimatum kepada para anggota dan gembong geng narkoba di Berlan tersebut untuk menyerahkan diri. Jika tidak, polisi terus memburu mereka.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA