Risma Menangis, Saat Mendatangi Pelaku Pencabulan Yang Masih SD SMP, Ia Menemukan Benang Merah

Jumat, 13 Mei 2016 - 20:53
Geng SD SMP

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menunjukkan kepeduliannya terhadap kasus pencabulan anak. Saat mendapat kabar mengenai kasus pencabulan anak di bawah umur di Surabaya, Risma segera mendatangi Mapolrestabes Surabaya. Ia melihat para pelaku yang masih remaja, demikian juga korbannya yang masih SMP dan berusia 13 tahun. Risma tak mampu berbicara lantaran hatinya berat, ia memndangi satu persatu wajah pelaku. Risma merasakan sedih, kecewa dan marah, hal ini tersirat dari wajahnya.

"Kamu kelas berapa? Kalau dipenjara gimana? Gak kasihan sama orang tua kalian?" cetus Risma kepada para pelaku. Matanya pun berkaca-kaca melihat kelakuan anak-anak di bawah umur itu.

Ada kesan tidak percaya anak-anak tersebut sampai melakukan aksi pencabulan.

Setelah mengetahui latar belakang korban, Risma pun tak ragu menyebut kasus pencabulan itu masih berkaitan dengan lokalisasi PSK Dolly yang ditutupnya dua tahun lalu. Ada benang merah yang bisa ditarik dari sana.

Sebab, ibu korban adalah bekas PSK di Dolly. "Saya tutup Dolly itu tujuannya ya untuk menyelamatkan anak-anak seperti ini. Lingkungan seperti itu berdampak buruk bagi mereka," ungkapnya.

Risma mengaku sangat sedih atas mencuatnya kasus pencabulan tersebut. Apalagi, korban mengalaminya sejak usia empat tahun. Risma juga tidak ingin menyalahkan para pelaku. Sebab, faktor lingkungan dan pengaruh negatif internet juga ikut menjadi pokok permasalahan moral yang ada pada kasus itu








Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA