Ruhut Sitompul Mengkritik Anies-Sandi : Jika Janji Tak Terealisasi, Jadi Senjata Makan Tuan

Jumat, 24 November 2017 - 06:39
Ruhut

Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dalam lima pekan ini, terus menjadi perbincangan hangat khalayak ramai, baik itu soal program kampanye mereka, ataupun kebijakan dan wacana yang mereka gaungkan.

Misalnya, di awal kepemimpinan mereka ini, muncul wacana untuk mengubah beberapa Pergub era gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama Ahok. Seperti, ingin mencabut larangan sepeda motor melintasi Jalan Sudirman-Thamrin yang juga akan berdampak pada perubahan kebijakan terkait electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar.


Kemudian, ingin mengubah aturan soal penggunaan kawasan Monas, di mana Anies menginginkan agar area Monas bisa digunakan untuk kegiataan keagamaan, kebudayaan, dan kesenian. Ada juga wacana merevisi Pergub Nomor 148 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Reklame, terkait periklanan dalam bentuk Light-Emitting Diode (LED).

Belum lagi soal janji menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta, rumah dengan down payment (DP) atau uang muka nol persen/rupiah, kemudian soal wacana penataan Kampung Akuarium dan kawasan Tanah Abang, juga terus menjadi sorotan.

Tak hanya itu, beberapa hari terakhir publik sempat dibuat heboh dengan membengkaknya sejumlah anggaran untuk beberapa kebijakan Anies-Sandi yang dibahas dalam Rancangan APBD 2018.

Sebut saja anggaran untuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), dari yang rencana awal hanya Rp2,35 miliar, kini membengkak menjadi Rp28,9 miliar. Begitu juga dengan anggaran perbaikan air mancur di Gedung DPRD DKI yang nilainya fantastis, yakni Rp620 juta.

Belum lagi soal beberapa pernyataan Anies-Sandi tentang tata kelola pemerintahan dengan menyinggung pemerintahan sebelumnya, juga terus menuai kritik dari sejumlah pihak. Atas semua itu, politisi yang juga juru bicara Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017, Ruhut Sitompul, memberikan komentarnya.

"Jangan mentang-mentang Pak Anies sekarang jadi gubernur semua mau diubah. Karena pencitraan, karena mau mengambil hati rakyat, padahal hati rakyat tidak semudah itu diambil," kata Ruhut, Kamis (23/11/2017).

Mantan petinggi Partai Demokrat ini menambahkan, seharusnya Anies-Sandi fokus untuk merealisasikan janji-janji kampanye mereka, dan bukan sibuk mengotak-atik aturan yang sudah berjalan dengan baik. Karena ke depannya rakyat akan menagih apa yang sudah mereka janjikan.

"Jadi nanti senjata makan tuan bagi dia. Dia harus ingat, jabatannya kan masih panjang. Nanti tahu-tahunya janji tidak terealisasi, jadinya senjata makan tuan bagi dirinya sendiri," ungkap Ruhut.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA