Sakitnya Hati Ini, Saat Cintaku Ditelikung Pembantuku Sendiri

Jumat, 08 Desember 2017 - 14:18
Ilustrasi

Beginilah jadinya bila sang istri, Sumarni (nama samaran), 42 tahun, mendominasi. Sok ngatur segala hal. Akhirnya, cintaku ditelikung pembantu. Ketika suami mendapatkan wanita yang dianggap sepadan dan mengerti akan perasaannya, cinta pun berpindah dan berlabuh ke lain hati.

Meskipun Suminten (nama samaran), wanita32 tahun ini berstatus seorang asisten rumah tangga, namun hati Subowo (nama Samaran), pria berusia 45 tahun ini akhirnya terpikat. Segala kesederhanaan Suminten diterima apa adanya.


Sumarni tak bisa lagi berkomentar saat suaminya, Subowo mengaku tidak kuat dengan sikap istri dan justru memilih menikahi pembantunya, Suminten. Sumarni sungguh tak mampu berucap saat keluar dari sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Dia duduk lemas di ruang tunggu PA. Air matanya kemudian mengalir butir demi butir di pipi lembutnya.

"Aku masih enggak percaya. Astagfirullah ini sungguh kejam. Kurang ajar," kata Sumarni dengan nada penuh emosi.

Pipinya yang memerah dan tatapannya yang tajam seakan ingin menerkam seseorang, namun adiknya meminta ia sabar dan menahan emosi.

"Ada apa sih mbak. Bukannya Mbak sudah tenang bisa menggugat cerai Mas Subowo," tanya Suminah, adik kandung Sumarni.

Mendengar pernyataan tersebut, Sumarni masih terlihat sedih. Ia terus menangis dan terus menaruh kepalanya di bahu kursi. Sekitar 10 menit, Sumarni menceritakan suasana sidang gugatannya tadi.

"Tegang banget, tadi majelis membacakan gugatan saya, yang sudah tidak ada kecocokan lagi," ujar Sumarni.

Ibu dua anak itu menceritakan jika suaminya tidak pernah bisa menghiraukan apa yang disampaikan.

"Saya larang rokokan biar enggak kena jantung tapi tidak pernah diindahkan," tambah warga Tandes itu.

Sebagai istri, Sumarni merasa memiliki hak atas suaminya. Gaji dan seluruh kebutuhan suaminya ia atur.

"Kalau dapat gaji langsung masuk ke aku, suami aku jatah Rp 25 ribu sehari. Kadang aku minta kalau ada kelebihan. Tujuannya sih biar tidak boros," tegas Sumarni.

Dengan prinsip semua harus diatur oleh istri, Sumarni mengaku selama ini bisa mengatur seluruh keuangan dan kehidupan suami.

"Dulu nurut, setahun terakhir ini suami udah nakal banget. Aku juga enggak betah, dan akhirnya memilih mengajukan gugatan cerai," urainya.

Ia mengira gugatan itu bisa membuat suaminya kecewa, apalagi selama ini dialah yang mengatur kehidupannya.

"Kirain dia menyesal dan minta kembali ke aku, eh malah bilang minta segera diputuskan ke Majelis. Yang menyakitkan lagi, ia mengaku kalau sudah nikah siri dengan pembantuku gara-gara selama ini enggak betah denganku. Ayo siapa yang enggak marah kalau kayak begitu," papar dia sembari menangis.

Sementara itu, Subowo yang ternyata masih ngopi di depan warung PA mengaku sudah lama tidak betah dengan sikap istrinya.

"Saya diam karena kasihan dengan anak anak, kalau sekarang ya tidaklah. Aku sudah punya istri lagi, pembantu di rumah. Masih muda lagi," kata dia.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA