Saya Ini Kepala Sekolah Terbodoh!

Minggu, 13 September 2015 - 23:37
Ilustrasi Penipuan

Tragis yang dialami oleh Sri Mundiyah, ibu yang berusia 52 tahun ini habis-habisan bisa ditipu oleh komplotan bule dari benua Afrika. Bahkan ia terancam kehilangan kos-kosan 80 kamar miliknya.

Kepala sekolah di Semarang ini melaporkan kawanan orang-orang Afrika ini ke Polda Metro Jaya. Ia mengatakan jika dirinya adalah kepala sekolah dan guru sekolah dasar yang terbodoh, hingga bisa dengan mudah ditipu kawanan Gabriel warga negara Nigeria. Ia dikibuli dengan sebuah akun Facebook palsu yang mengaku bernama Jenderal Hwande Paul, seorang tentara Amerika yang bertugas di Suriah. Ia mengaku menyesal bisa dikelabuhi mereka, dan berharap masyarakat tidak ragu-ragu untuk melaporkan penipuan yang dialaminya. Sri mengaku pikirannya benar-benar terkuras, ia juga dimiskinkan oleh ulah komplotan ini.


Sri mengaku terlena, ia mengatakan dirinya tidak dihipnotis. Ia berhasil diperdaya pelaku lantaran pelaku terus menjalin komunikasi dengannya sambil mengingatkan iming-iming bisnis yang menggiurkan. Sri benar-benar kapok, sampai-sampai ia sakit gara-gara memiirkan masalah ini. Ia juga dimarahi oleh suami den keluarga akibat harta benda mereka dikuras habis pelaku.

Bahkan waktu penangkapan, pelaku sempat mencoba uang kembalisenilai 300 juta pada Sri. Sri pun mengiyakan dan membiarkan kompoltan ini dibekuk polisi.

Dollar Amerika senilai 5 juta yang ditawarkan ke Sri, kini diamankan polisi sebagai bukti. Uang Dollar ini bercap lambang United Nation (PBB) dan ternyata palsu. Bagia depannya memang terlihat seperti uang asli, namun belakangnya hanya kertas kosong.

Pelaku sebelumnya mengaku jenderal dan bermaksud menitipkan uang 5 juta USD ke korban. ia janji akan datang ke Jakarta bersama pengirim uang 5 juta tersebut. Korban kemudian ditelpon Aryani, orang yang mengaku sebagai pengirim uang. Aryani meminta korban mentransfer uang padanya berturut-turut 9,5 juta, 35 juta, dan 65 juta. Aryani kemudian mengatakan jika ia harus ke Suriah, dan uang dollarnya ada di Gabriel.

Gabriel mengundang Sri ke apartemennya. Ia menunjukkan uang dollar tersebut dalam koper. Uang itu bercap lambang UN (PBB), pelaku pun mengajak korban berbisnis menghilangkan cap UN agar uang dollar tersebut bisa dicairkan. Pelaku menawarkan uang senilai 66 Miliar untuk bisa menghilangkan cap UN. Pelaku kemudian menunjukkan cara menghilangkan cap UN dengan cairan kimia tertentu. Ia juga minta Sri membayar 20 % dari harga cairan yang bernilai 3,5 Miliar. Untuk ini Sri bahkan rela meminjam rentenir senilai 500 juta dengan jaminan kos-kosan 80 kamar miliknya.

Ketiga pelaku berasal dari benua Afrika, mereka adalah Gabriel warga Nigeria, ditangkap di Hotel Luasa, Kuningan Jakarta Selatan pada tanggal 31 Agustus 2015. Kemudian Jhon K Obioma (36) dan Ceesay Ebrima (45) ditangkap pada tanggal 4 September 2015. Jhon ditangkap di Hotel Dias, Jakarta Pusat. Sedangkan Ceesay ditangkap di Apartemen Puri Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Barang bukti juga diamankan berupa dua buah stempel lambang UN, tumpukan uang Dollar amerika, satu buah koper, kapas dan serbuk putih, passport dan handphone, cairan kimia dan hairdryer.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA