Sempat Salahkan Proyek Jaman Jokowi-Ahok, Ternyata Anies Baru Tahu Penyebab Banjir

Kamis, 14 Desember 2017 - 20:31
Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemukan penyebab banjir di Jalan Rasuna Said adalah kabel yang menutupi tali air. Khususnya di Jalan Rasuda Said depan Wisma Tugu atau gedung UOB.

Temuan ini berbeda dengan penjelasan Anies beberapa waktu lalu yang mengatakan banjir di jalan protokol disebabkan proyek pembangunan seperti mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT).


"Tadi saya sudah telepon kepala proyek LRT, dia sudah jelaskan, 'Pak kami akan selalu mengamankan, kami akan memastikan saluran air mengalir dengan baik'," kata Anies di Jalan Rasuna Said, Rabu (13/12/2017).

Anies mengatakan, proyek LRT di Jalan Rasuna Said berada di tengah. Kontur tanah yang ada di kiri dan kanan proyek LRT agak miring ke saluran air di pinggirnya. Otomatis, fungsi saluran yang ada di pinggir trotoar yang paling banyak dimanfaatkan. Saluran air yang berada di tengah-tengah proyek LRT tidak terlalu memengaruhi banjir kemarin.

"Praktis tidak terlalu berfungsi karena jalan itu miring. Jadi air itu juga akan jatuh ke pinggir, bukan di tengah," kata Anies.

Namun, kasus tersebut hanya terjadi di lokasi yang dia datangi sore ini. Di titik genangan lain, proyek pembangunan bisa menjadi penyebabnya. Anies akan memeriksa penyebab banjir di jalan protokol lain.

Sebelumnya, beberapa jalan protokol seperti Jalan Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Sudirman sempat tergenang air Senin lalu. Anies mendapat laporan penyebab genangan tinggi yang muncul di sejumlah jalan protokol karena banyak proyek pembangunan.

"Saya sudah komunikasi, cek langsung, akan kami lihat ke lapangan. Masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT, maupun proyek lain," ujar Anies, kemarin.

Sempatkan Salahkan Proyek Masa Jokowi-Ahok

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mendapat laporan penyebab genangan tinggi yang muncul di sejumlah jalan protokol, seperti di Jalan Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto.

Dia menilai penyebab air tergenang hingga tinggi 1 meter di jalan protokol akibat pembangunan proyek MRT, LRT dan proyek lainnya.

"Saya sudah komunikasi, cek langsung, akan kita lihat ke lapangan, masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat oleh proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT maupun proyek yang lain," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (12/12/2017).

Berdasarkan kejadian kemarin, Anies meminta jajaran di bawahnya tidak menyepelekan saluran air. Kejadian kemarin harus dijadikan peringatan agar pemeriksaan saluran air dilakukan serius.

Sebenarnya, Dinas Sumber Daya Air sudah berkali-kali mengingatkan penanggung jawab proyek untuk memperhatikan saluran air saat melakukan pembangunan.

Jangan sampai saluran tertutup atau menyempit karena proyek pembangunan itu.

"Kita akan tegas bahwa jangan menyepelekan soal saluran air. Proyek harus jalan tapi saluran air juga harus diperhatikan karena situasi seperti kemarin itu merepotkan warga," ujar Anies.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan curah hujan yang turun di Jakarta, Senin (11/12/2017) termasuk ekstrem. Jalan-jalan besar seperti Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto sempat tergenang air akibat hujan itu. Namun, curah hujan yang tinggi bukan satu-satunya penyebab genangan.

"Memang sebenarnya jujur kami katakan ya, dengan adanya pembangunan MRT, LRT, sekarang baru ditunjukin nih penyakitnya," kata Teguh.

Sandi Siapkan Rencana Terburuk

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, banjir yang melanda sejumlah tempat di Jakarta, Senin (11/12/2017) sore saat hujan, merupakan dampak dari anomali cuaca. Anomali cuaca, kata dia, akan terus terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

"Ini kejadian yang sangat eu... anomali cuaca ini yang saya selalu sampaikan bahwa sistem iklim cuaca ini sudah sangat dan itu saya sudah baca di bukunya 'Climate of Hope' bahwa climate change ini akan jadi sebuah fenomena yang akan mewarnai kita tahun-tahun ke depan," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12/2017).

Banyak tempat dilanda banjir di Jakarta sore tadi, termasuk di jalan-jalan protokol, seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HR Rasuna Said. Sandi menyebutkan, hal itu terjadi karena tingginya volume air hujan.


"Kalau penyebabnya ya volume air yang luar biasa banyaknya," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, akan melakukan antisipasi lebih dari biasanya untuk menghadapi anomali cuaca. Ke depan, ujar Sandi, cuaca akan semakin ekstrem. Cuaca yang ekstrem kemungkinan akan menimbulkan pohon tumbang hingga tiang roboh.

Menurut Sandi, hal itu bisa diprediksi. Karena itu, antisipasi yang dijalankan tidak bisa seperti yang dilakukan sebelumnya.

"Saya bisa prediksi karena ini sebuah siklus cuaca yang betul-betul luar biasa perubahannya. Jadi, kami ke depannya tidak boleh lagi be as usual, kami harus siapkan rencana aksi, prepare for the worst," ucap Sandi.

Khusus untuk pohon, Sandi mengatakan solusinya yakni melakukan pemangkasan ranting (topping) atau penebangan (chopping) pohon-pohon yang sudah tua. Dia berharap komunitas pecinta pohon tak menghalangi langkah Pemprov DKI itu demi mencegah terjadinya pohon tumbang.

Menurut Sandi, selama ini ada resistensi dari komunitas pecinta pohon yang tidak menginginkan pohon di-topping atau di-chopping.

Sandi juga menjelaskan, hujan yang deras tidak akan menyebabkan banjir apabila pemerintah memiliki sistem yang baik. Karena itu, dia meminta jajarannya untuk bekerja all out menindaklanjuti dan mengantisipasi terjadinya bencana alam itu.

"Instruksinya all out, segera. Kita enggak bisa melawan alam, kualat kalau ngelawan alam. Jangan bilang ini pasti surut, atau banjirnya cuma segini, enggak. Ini adalah fenomena alam. Allah lagi ngirimin hujan. Kalau kita punya sistem yang baik, hujan itu justru harus menjadi berkah bagi kita," kata Sandi.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA