Seorang Kakek Ditangkap Polisi Karena Bayar PSK Dengan Uang Mainan

Jumat, 30 Oktober 2015 - 10:51
Ilustrasi PSK

Ulah kakek 60 tahun bernama Subakhir memang sungguh keterlaluan, warga Kecapi, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini membayar PSK yang dibookingnya dengan menggunakan uang mainan. Akibat ulahnya, kakek ini terpaksa berurusan dengan polisi.

SA (28), wanita yang berprofesi sebagai PSK ini menjadi marah saat mengetahui bahwa dirinya dibayar dengan uang mainan.


"Sudah enak, dia malah bayar pakai uang mainan. Enak saja," kata SA.

SA yang tak terima kemudian melaporkan si kakek ke resepsionis Hotel Handayani, lokasinya tak jauh dari Terminal Terboyo di Kawasan Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kejadian berawal ketika, Selasa (27/10/2015), sang kakek yang dari Jepara baru saja tiba di Terminal Terboyo Semarang. SA biasa mangkal di terminal tersebut, ia kemudian diajak sang kakek untuk melayani si kakek. Mereka sepakat harga 100 ribu untuk layanan short time.

Subakhir dan SA kemudian memesan kamar di Hotel Handayani, yang lokasinya dekat dengan Terminal Terboyo Semarang. SA melayani sang kakek hingga tuntas. Usai dilayani, si kakek buru-buru kabur dengan memberikan beberpa lembar uang. Saat dicek SA, ternyata hanya ada uang 16 ribu yang asli, sisanya merupakan uang mainan. Selembar uang 100 ribu yang diterimanya ternyata palsu alias uang mainan. Tak terima, SA melapor ke petugas resepsionis.

"Ya jelas tak terima, lha wong kesepakatannya Rp 100 ribu kok. Uang dia yang asli cuma Rp 16 ribu, lainnya uang kertas mainan," tutur SA jengkel.

Subakhir berusaha kabur secara diam-diam, namun ia dikejar oleh SA, dan dibawa ke resepsionis. Masalah ini kemudian dilaporkan ke Babinkamtibmas Polsek Genuk. Subakhir kemudian digledah polisi, ternyata ia menyimpan banyak uang mainan, mulai pecahan 100 ribi, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu, hingga 2 ribu. Jika ditotal, nominalnya sejumlah Rp 28.489.000. Subakhir dan SA kemudian dibawa ke Polsek Genuk.

Polisi ta menemukan unsur pidana dalam kasus ini, SA dan si kakek dibebaskan. SA tetap ngotot minta bayaran pada si kakek, seorang petugas Polsek Genuk yang merasa kasihan kemudian merogoh koceknya dan memberi uang saku pada SA. Subakhir dan SA diminta pulang ke rumah masing-masing.

Sumber : Merdeka.com






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA