Sikap Ananda Sukarlan Yang Walk Out Saat Anies Berpidato Dikritik Erros Djarot

Senin, 13 November 2017 - 19:00
Erros Djarot

Budayawan Erros Djarot mengkritik aksi walk out sejumlah alumni Kolese Kanisius saat Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan sambutan. Aksi walk out itu terjadi dalam acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius pada Sabtu (11/11) lalu. Pianis Ananda Sukarlan berdiri dari kursi VIP-nya dan walk out saat Anies memberikan sambutan. Aksinya diikuti sejumlah alumni lainnya.

Erros merasa sedih dengan apa yang dilakukan Ananda Sukarlan. Menurut Erros, apa yang dilakukan Ananda kurang tepat. Di bawah ini merupakan pernyataan Erros yang juga tersebar di grup WhatsApp. "Benar itu tulisan saya," kata Erros yang kemudian mengirimkan pesan tersebut, Senin (13/11/2017):


Teguran Budayawan Erros Djarot terhadap pianis terkenal Ananda Sukarlan:

'Ketika digelar JIFest dalam rangka memperingati 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius yg dihadiri ribuan alumni dan undangan, Saptu 11 Nov. Saat Gubernur Anies BW memberi sambutan. 'Ananda Sukarlan (komposer handal penerima penghargaan Kanisius) berdiri dari kursi VIPnya dan walkout... diikuti ratusan alumni lainnya...masuk kembali setelah Anies memberi sambutan dan meninggalkan gedung...Ia diberi ucapan selamat oleh beberapa tokoh seakan bersimpati dan bangga....dst'

Atas cuplikan berita yg diviralkan ini, ijinkan saya memberi tanggapan dalam bentuk pertanyaan.

Ketika membayangkan adegan ini...terus terang saya justru sedih dan bertanya dalam hati...

Apakah walk out meninggalkan tempat duduk saat tamu yang diundang memberikan sambutan... juga termasuk nilai-nilai yang diajarkan oleh perguruan Kanisius?

Bahkan dengan pengetahuan keagamaan terbatas, merujuk pada perilaku dan ajaran Jesus Kristus sang penebar kasih, penebar damai dan sang pemaaf yang luar biasa kebesaran hatinya, 'kekerasan' budaya yang dilakukan teman-teman saat walkout ketika seorang Gubernur sebagai tamu diundang memberi sambutan... saya yakini bukan ajaran dan perilaku yang berpijak pada ajaran sang Juru Selamat... yang begitu indah dan menghadiahkan kepada kehidupan ini musik yang penuh cinta kasih sehingga setiap telinga yang mendengar akan merasakan betapa damai itu indah...memaafkan itu indah...menebar kasih itu indah...!

Maaf...saya terpaksa menulis pendapat saya ini setelah menerima postingan dari seorang teman yg seakan bangga terhadap walk out ala sahabat saya yang terhormat, komposer dan pianis hebat, maestro Ananda Sukarlan.

Ini kritik dari seorang sahabat yang bermusik hanya dengan pengetahuan dan kebisaan yang sangat sederhana dan terbatas, tapi menjadi pengagum Jesus sang pejuang kemanusiaan yang penuh damai sehingga layak saya jadikan sumber inspirasi di banyak lagu-lagu yang saya ciptakan.... Sekalipun saya pengikut Muhammad SAW.

Maafkan jika saya salah...
Saloom... Erros Djarot.'






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA