Siswa MTs Pingsan Berlumuran Darah Akibat Dipukul Oknum Guru

Jumat, 06 November 2015 - 14:08
Ilustrasi Kriminal

Kejadian miris dialami oleh Achmad Rifki (12), siswa kelas VII Madrasah Tsanawiah (MTs) Miftahul Khoirot, Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Ia mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh gurunya sendiri Akibat ulah gurunya, bocah ini terbaring lemah di kamar Kelas II Ruang Cempaka Nomor 220 RSUD Ungaran.

Sudah mulai hari Jumat (30/10/2015) yang lalu, bocah ini masuk rumah sakit. Bocah asal Dusun Dersuni, Desa Branjang mengalami banyak luka akibat dipukuli oleh oknum gurunya.


Rifki saat ini masih terbaring lemas,tangganya tak bisa digerakkan bebas, ada infus menempel di tangan. Bekas luka akibat ulah oknum guru tersebut masih terlihat jelas, yakni di sekitar pelipis mata bagian kiri dan hidung. Winarti (33), ibu Rifki merasa kesal dengan KU, oknum guru yang menganiaya putranya. Ia tak paham dengan sikap sang guru, bahkan usai memukul ang guru seolah-olah tidak merasa bersalah. Padahal Rifki saat itu jatuh pingsan, seragam sekolahnya berlumuran darah, hidungnya berdarah, pelipis mata bengkak.

"Hingga saat ini saya tidak habis pikir atas perbuatan guru tersebut. Ini baru pertama kali keluarga saya memperoleh cobaan seperti ini dan seusai kejadian tidak ada itikad baik dari guru itu. Untuk saat ini, saya fokus terhadap kesembuhan anak dan yang dikhawatirkan Rifki mengalami trauma," kata Winarti.

Winarti sedang bekerja sat mendapat berita anaknya pingsan dan dilarikan ke Puskesmas. Pihak keluarga kemudian menjemput Rifki dan segera melaporkan kejadian pemukulan yang menimpa anaknya ke Mapolres Semarang.

"Jumat itu juga kami lapor ke polisi. Tetapi di sana, kondisi anak saya semakin memburuk sehingga segera dibawa ke RSUD Ungaran. Dan hasil pemeriksaan kesehatan, Rifki harus rawat inap. Prinsipnya, atas kejadian ini, kami dari pihak keluarga tidak mau berdamai. Ulah guru ini sudah kelewat batas," kata Winarti.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA