Suami Bayar 500 Ribu Supaya Bisa Berhubungan Intim Dengan Istri Sendiri

Senin, 12 Oktober 2015 - 14:58
Ilustrasi Dipalak Istri

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang, kalimat ini cocok untuk mengungkapkan nasib ngenes Tukijan (bukan nama asli), pria 43 tahun. Istrinya, si Tukinem (bukan nama asli), wanita 34 tahun ini mengkormersilkan aset "pribadinya". Setiap kali Tukijan pengen berhubungan intim di ranjang, ia pun diharuskan bayar 500 ribu.

Tukinem memang jago memuaskan suaminya, buktinya wanita warga Kalijudan ini sangat disayang oleh Tukijan. Bahkan permintaan gila si Tukinem juga dituruti oleh Tukijan.

AKIBAT BANGKRUT

Tukijan awalnya tak mengalami kesulitan seperti ini, dulu ia memiliki usaha pertambangan dan perkebunan yang sukse. Namun usaha di Sumatera Braat ini bangkrut tiga tahun lalu akibat ditipu orang asing. Harta mereka dijual, si tukijan dapat bagian, namun sebagai anak bungsu ia hanya mendapatkan warisan 1 Miliar.

Akibat bangkrut, belanja Tukinem jadi berubah. Dulu saat makmur, Tukinem biasa dikasih uang belanja 2-5 juta per hari. Namun kibi si Tukinem harus serba irit.

Tukijan bukan lelaki yang bisanya mengeluh, dengan uang 1 M, ia mulai usaha baru. Ia buka rental mobil di kawasan Jalan Tidar, juga wzrnet di kawasan Mulyosari. Sayangnya pemasukannya tak sebesar dulunya, istrinya diharuskan mengubah kebiasaan hura-hura dan shopping.

Penghasilan Tukijan yang baru sebenarnya cukup lumayan, tapi tidak dengan istrinya. Sehari, si Tukijan bisa memberikan uang belanja 200 ribu. Dua ratus ribu ini hanya untuk belanja makanan, belum lagi untuk listrik, PDAM dan uang sekolah dua anak SMP, ada uang tersendiri. Dari usaha barunya, belum tentu bisa mencapai 300 ribu per hari.

Tukinem tidak peduli dengan beratnya beban sang suami, ia pun bikin akal-akalan supaya dapat uang lebih. Setiap kali diajak "gituan" dengan sang suami, Tukinem minta uang servis senilai 500 ribu. Sang suami terpaksa ngalah, kalau mau dua kali "gituan", terpaksa ia merogoh kocek 1 juta. Tukijan harus nabung dulu agar bisa bersenggama, kalau tak punya uang, ia terpaksa utang atau nyicil kepada istrinya. Lama-lama Tukijan pun pusing, uangnya habis, dan ia tak sanggup lagi. Akhirnya mereka bercerai, sidangnya digelar diPengadilan Agama (PA) Surabaya, Jalan Ketintang Madya.




loading...

BERITA LAINNYA