Surat Remaja Lumpuh Korban Salah Tembak Polisi

Selasa, 29 Desember 2015 - 19:05
Iwan Muliyadi

Iwan Muliyadi mengalami cacat dan kelumpuhan lantaran menjadi korban salah tembak polisi. Pihak Polri sendiri tak mau membayar ganti rugi atas insiden ini. Kegeraman atas sikap oknum polisi ini diwakili oleh Profesor Tamrin Tomagola. Iwan hingga harus menulis surat untuk Presiden Jokowi, surat ini disebarkan oleh @tamrintomagola melalui akun twitter.

"Negara harus bertanggungjawab atas ulah polisi hancurkan masa depan remaja ini. Pak Jokowi, selamatkan remaja ini," kata guru besar di Universitas Indonesia (UI) itu di akun pribadinya.

Membaca surat yang ditulis dengan tulisan tangan di kertas buku tulis itu membuat mereka yang membacanya ikut merasakan bagaimana kesedihan yang tergambar akibat penembakan yang terjadi, beberapa waktu lalu tersebut.



Tentu saja, membaca kalimat bocah yang menjadi korban penembakan polisi itu bisa membuat mereka berlinangan air mata.

Halo pak, taatilah hukum.

Semoga bapak sehat, amin.

Pak, saya Iwan muliyadi, waktu kelas tiga SMP, tahun 2006, saya ditembak polisi Polsek Kinali, Pasaman Barat.

Akibatnya, saya lumpuh permanen.

Bapak dan polisi adalah pihak yang bertanggungjawab atas kelumpuhan saya.

Begitu kata pengadilan.

Bapak jangan lupa, bapak dan Polri berutang Rp 300 juta.

Pak, berikanlah hak saya. Taatilah hukum.

Pak, laksanakanlah putusan pengadilan.

Kalau bapak lupa, saya ingatkan, ini nomor putusan:

MA No 2710/K/Pds/2010 jo
PT Padang no 56/Pdt/2009/PT Pdg jo
PN Pasaman Barat no 04/Pdt/g/2007/PN

Pak, saya tunggu keadilan, terima kasih pak.







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA