Terbukti Korupsi, Suryadharma Ali Hanya Dihukum 6 Tahun Penjara

Selasa, 12 Januari 2016 - 12:09
Suryadharma Ali

Suryadharma Ali, mantanMenteri Agama ini terjerat kasus korupsi terkaitpenyelenggaraan haji tahun 2010-2011 dan 2012-2013. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memutuskan jika Suryadharma Ali bersalah, dijatuhi hukuman enam tahun penjara, dengan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi terkait penyelenggaraan haji tahun 2010-2011 dan 2012-2013, serta korupsi dana operasional menteri dalam kurun waktu 2011-2014. Mantan anggota MPR ini juga terbukti menyalahgunakan kewenangan yang menguntungkan diri sendiri dan pihak lain terkait penyelenggaraan haji.


"Menjatuhkan pidana selama enam tahun dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan," kata Hakim Ketua Aswijon saat membacakan amar putusan, Senin (11/1/2016) malam.

Tak cuma hukuman-hukuman itu. Ada pula hukuman tambahan untuk SDA. Majelis menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti Rp 1,8 miliar. Jika tak mampu membayar maka harus diganti pidana penjara selama dua tahun.

Namun demikian, tuntutan Jaksa KPK agar hak politik SDA dicabut akhirnya ditolak oleh majelis. Aswijon menegaskan majelis tak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum tersebut.

"Karena pidana yang dijatuhkan sudah dirasa cukup pantas," ungkap Aswijon.

Vonis SDA ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut agar SDA di penjara 11 tahun, denda Rp 750 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, SDA juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp 2,325 miliar dan mencabut hak politik.

Namun demikian, SDA tetap menyatakan pikir-pikir atas vonis majelis kali ini. Ia mengatakan, setelah menyimak seksama pertimbangan hukum hingga putusan, maka apa yang disampaikan sama sekali tak mempertimbangkan fakta.

"Berikan saya kesempatan untuk berfikir bersama ph saya," tegasnya. Sedangkan Jaksa KPK juga masih pikir-pikir atas vonis yang lebih ringan dari tuntutan mereka tersebut.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA