Toko Harapan Yang Mencairkan KJP, Memohon Agar Tak Ditutup Tokonya

Kamis, 17 Desember 2015 - 20:23
Penggerebekan KJP

Pemprov DKI Jakarta tegas dalam menindak toko yang yang menyalahi aturan dan menerima pencairan KJP dengan uang tunai. Setelah Yusri Isnaeni mengaku mencairkan uangnya di Koja Baru, maka toko Harapan BHG di Pasar Koja Baru, Jakarta, akhirnya digerebek. Firman, salah satu pengurustoko ini tak dapat mengelak bahwa toko seragam sekolahnya mencairkan dana bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Firman memohon agar tokonya tak ditutup oleh pejabat Pasar Koja Baru, termasuk Manajer PD Pasar Jaya Wilayah Jakarta Utara Pence Harahap. Ia berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Jangan ditutup, Pak. Saya janji besok enggak lagi begini. Ini terakhir, Pak," kata Firman.


Ia mengaku melakukan hal itu karena penjualannya sepi pembeli. Sementara itu, ia harus membayar gaji pekerja dan membayar biaya sewa tokonya di pasar itu. Ia pun mengaku mencairkan dana KJP, meski tidak banyak, hanya Rp 100.000-Rp 200.000.

"Jadi dicairin dulu, tapi baru buat belanja, Pak. Mereka juga minta buat bayaran sekolah, Pak," ujar Firman.

Bahkan, Firman sempat menyatakan bahwa perbuatan seperti itu dilakukan pedagang lain di pasar itu.

"Yang tertangkap basah sama saya kan Bapak," jawab Pence.

Pence menyatakan akan tetap menutup toko Firman besok.

"Sekarang gini, ketentuannya sudah jelas. Saya akan ambil sanksi. Mulai besok, sementara tempat akan saya tutup. Jangan buka sampai tunggu kebijakan. Silakan Bapak tetap berkomunikasi dengan saya tidak apa-apa," ujar Pence.

Toko Harapan BHG kedapatan langsung membagikan dana KJP bagi pemegang kartu bantuan pendidikan tersebut. Pihak pengelola pasar menyatakan akan menutup sementara toko tersebut karena pencairan dana KJP ini. Kasus ini sedang ditangani oleh pihak PD Pasar Jaya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA