Tolak Bayar Parkir, Polisi Dihajar Oleh Warga

Sabtu, 26 Desember 2015 - 16:58
Brigadir Toni Pamungkasa

Brigadir Toni Pamungkas mengalami nasib sial, ia dihajar dan dipukuli hingga babak belur lantaran menolak membayar parkir dan menganiaya tukang parkir. Toni merupakan polisi yang bertugas di Polda Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY). Menurut AKBP Langgeng Purnomo,Kapolres Klaten, kejadian merupakan salah paham anggota Polri dan warga.

Permasalahan awal tak hanya berkaitan dengan penolakkan membayar uang parkir, namun karena sikap Toni yang arogan. Pengeroyokan terjadi di depan Toko Emas Semar Jawa yang terletak di Dusun Koplak, Desa Kebundalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Selasa (7/7/2015) sekitar pukul 11.00 WIB.


Catur Yuda Setiawan (40), koordinator parkir setempat mengetahui awal mula kasus ini pada Minggu (5/7/2015). Toni waktu itu sedang mengantarkan istrinya di Toko Emas Semar Jawa. Setelah keluar dari toko tersebut, Toni lalu ketempat parkir untuk mengambil kendaraannya.

"Namun oknum itu tidak mau membayar uang parkir, malah salah satu tukang parkir yang bernama Hartanto [27] dipukul dengan gagang pistol, sambil mengancam tukang parkir disitu dengan pistolnya. Setelah kejadian, Hartanto melakukan visum dan melaporkannya kepada Polsek Prambanan pada hari itu juga,, "ungkap Catur, Selasa (7/7).

Pada Senin (6/7/2015) Toni datang lagi memakai seragam anggota polisi dan mengendarai mobil, berniat untuk menemui Hartanto. Karena yang dicari tidak ada di tempat karena masih sakit dan digantikan oleh adiknya bernama Sulistyo (19).

"Sulistyo saat itu juga terkena imbasnya oleh oknum tersebut, ia ditabrak dengan mobil. Tapi beruntung tidak terluka parah hanya terpental beberapa meter. Saya sarankan kepada Sulistyo untuk melaporkan juga kepada Polsek Prambanan," jelasnya.

Pada Selasa (7/7/2015) sekitar pukul 11.15 WIB. Toni kembali menemui Sulistyo, mengendara sepeda motor. Kemudian tiba-tiba menyemprotkan sesuatu ke wajah Sulistyo.

"Pada saat itu, saya juga berada disitu. Lalu saya mendatangi Toni tersebut yang juga menyemprotkan benda yang ia bawa ke wajah saya. Namun saya bisa mengelak dan mengunci bagian lehernya dengan tangan. Lalu ada warga yang membantu saya, kemudian terjadi peristiwa pengeroyokkan tersebut," ceritanya.

Menurut Catur, polisi tersebut bertindak arogan dengan melakukan teror terhadap tukang parkir diwilayah kordinasinya.

"Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan secara adil, tidak memandang apa seragam yang digunakannya. Disini, saya sebagai perwakilan teman-teman parkir, merasa diteror oleh oknum tersebut," tuturnya.




loading...

BERITA LAINNYA