Tolong Pak Ahok, Kami Sudah Terkurung Lima Hari Dalam Rumah

Senin, 11 Januari 2016 - 20:16
Rumah Diana

Diana, anak-anaknya, ayah dan pembantunya terkurung dalam rumah mereka sendiri selama 5 hari sejak Rabu (6/1/2016) akibat rumah merekan digembok paksa oleh PT Asuransi Jiwasraya. Rumah digembok saat mereka masih berada di dalam rumah. Akibat hal ini, Diana dan keluarga menderita, mereka tak bisa keluar untuk mencari lauk guna makan mereka. Untungnya tetangga berbelas kasih dengan mengumpulkan dana untuk membeli makanan dan bahan mentah. Bahan makanan ini dikaitkan dengan bambu kemudian dikirimkan ke belakang rumah, caranya dengan menjulurkan bambu tersebut. Akibat penggembokan paksa ini, Diana menderita, ayahnya jatuh sakit, anaknya yang sakit juga tidak bisa berobat. Diana sendiri tak bisa keluar bekerja, anak-anaknya pun tak bisa bersekolah.

Diana pun mencurahkan isi hatinya kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dalam curhatnya itu, Diana meminta tolong karena ia dan keluarganya terkurung di kediamannya sendiri karena tindakan eksekusi ilegal.

"Pak Ahok yang terkasih," tulis Diana pada awal suratnya, Senin (11/1/2016).

Diana menceritakan bahwa kediamannya yang terletak di Jalan Taman Kebon Sirih 3 Nomor 9, RT 009 RW 010, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah digembok dan dirantai sejak Rabu (6/1/2016).

"Kami sudah terkurung lima hari di dalam rumah, tidak bisa beraktivitas normal. Tolong kami Pak Ahok," sambungnya.

Dalam surat itu, Diana menceritakan bahwa saat penyegelan, sejumlah orang yang terdiri dari polisi, tentara, dan preman berkerumun di depan rumahnya. Bahkan, suaminya pun sempat mengalami kecelakaan lantaran mencoba keluar dari rumah melalui atap garasi.

Selain itu, tindakan ini menyebabkan Diana dan keluarganya tak dapat beraktivitas secara normal. Untuk bahan makanan saja, Diana dibantu oleh warga sekitar.

"Makanan sehari-hari dibantu dan dikasih lewat tetangga belakang rumah melalui ibu RT," ucap Diana.

Hingga kini, Diana bersama ayah, kedua anak, dan asisten rumah tangganya memilih untuk bertahan, walaupun dalam posisi terkurung.

"Tolong Pak Ahok, ini jelas pelanggaran HAM yang harus diketahui Komnas HAM juga," tulisnya.

Dalam surat elektronik, Diana berharap supaya keluarganya tidak lagi diselimuti rasa ketakutan atas eksekusi ilegal tersebut.

"Tolong kami supaya bisa beraktivitas normal kembali," ujarnya.







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA