Tragis, Bocah Korban Pencabulan Ayah Kandung Jadi Histeris Dan Takut Saat Dengar Kata Papa

Selasa, 08 Maret 2016 - 20:25
Ilustrasi Korban Pemerkosaan

Perbuatan yang dilakukan DL terhadap anak kandungnya memang sungguh keji. Bahkan perbuatannya meninggalkan trauma berat bagi AN, sang anak. AN kondisinya sungguh memperihatinkan, prestasinya di sekolah merosot jauh, tak hanya itu, psikisnya terluka begitu dalam. Saat AN mendengar kata papa, wajah berubah drastis, moodnya juga berubah.

Korban tak lagi tinggal bersama keluarganya di Kenjeran, ia diamankan polisi usai DL ditangkap di rumahnya. AN diungsikan karena kondisi keluarganya kurang tepat jadi tempat perlindungan. Penyebabnya korban telah menjadi korban pencabulan selama lima tahun, dan tak satupun keluarganya yang melindungi dan melapor ke polsi meski mengetahui. AN pun bernasib tragis, bapaknya melakukan pencabulan tanpa ada rintangan.


AN frustrasi, prestasinya menurun drastis, untungnya pihak sekolah tanggap. Melalaui psikotes, terungkap ia sedang memikul beban berat akibat ulah ayahnya. AN trauma, mendengar kata papa, mimik wajahnya berubah, bahkan kerap ia histeris dan sangat ketakutan. Papa adalah panggilan untuk ayah kandungnya, AN sangat ketakutan ketika mengingat nama DL.

AN sekarang tinggal di rumah aman yang diawasi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim. Di sini ia tetap bisa melanjutkan sekolah, juga mendapat pedampingan agar traumanya bisa disembuhkan. Edward Dewaruci, Kepala Divisi Advokasi LPA Jatim, menuturkan jika AN kini mengalami trauma berat. Ia menjadi takut dan tak mudah percaya dengan orang lain, selalu curiga terhadap orang lain.

"Ciri mudahnya, korban menjadi pendiam sekali," ucapnya.

Untuk bisa pulih, menurut Edward, korban harus diperlakukan khusus. Rasa percaya diri dan keberaniannya harus dipulihkan, jika tak segera ditangani ia akan semakin terpuruk. Direktur Surabaya Children Crisis Center (SCCC) mengapresiasi langkah sekolah AN yang cepat tanggap. Menurut direktur SCCC, biasanya sekolah malah tak mendukung korban, namun sekolah AN malah mendukung AN.

"Kalau ditemukan, terkadang korbannya malah dikeluarkan dari sekolah," ucapnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA